Jadikan Anak Gadisnya Budak Seks, Cuma Dihukum 15 Tahun

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN- Terdakwa kasus pelecehan seksual kepada dua putri kandungnya sendiri hingga dijadikan sebagai budak seks selama bertahun-tahun, Anotona Telaumbanua (40), warga Kuala Bekala, Medan Johor, hanya divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (1/9/2015).

Padahal derita dan beban mental kedua putri kandungnya, LKT (18) dan SYT (15), yang dijadikan budak seksnya sejak masih duduk di bangku SD, akan dirasakan seumur hidup. Majelis hakim PN Medan yang diketuai Supono menilai terdakwa Anotona hanya bersalah melanggar Pasal 81 ayat (1) jo Pasal 81 ayat (3) UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak.

“Menjatuhkan hukuman penjara selama 15 tahun. Memerintahkan terdakwa membayar denda Rp1 miliar. Bilamana terdakwa tidak sanggup membayar pidana denda tersebut digantikan dengan hukuman kurungan selama 6 bulan,” ucap Supono.

Menanggapi putusan majelis hakim ini, terdakwa melalui penasehat hukum dari negara (prodeo), Nia Situmorang menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan Mirza Erwinsyah. Usai mendengarkan tanggapan dari terdakwa dan jaksa, hakim kemudian menutup sidang tersebut.

Di luar sidang, JPU Mirza mengatakan, hukuman itu sudah maksimal kepada terdakwa. Hal itu dikarenakan terdakwa merupakan ayah kandung dari dua orang korbannya. “Ini pengecualian, ada ketentuan hukumnya karena pelaku adalah orang tua kandung korban,” kata JPU Mirza.

Sekadar diketahui, terdakwa yang berprofesi sebagai Satpam PT Golgon ini ditangkap petugas kepolisian pada Senin (6/4/2015) lalu di tempatnya bekerja. Penangkapan terdakwa berawal dari salah seorang putri kandungnya, LKT, didampingi seorang pendeta melapor ke Polsek Delitua soal aksi pencabulan yang dilakukan oleh ayahnya itu.

Dalam laporannya, korban mengaku dicabuli ayah kandungnya itu di kamar tidurnya. Pencabulan itu terjadi berawal dari terdakwa yang mengaku pusing dan kemudian meminta untuk dikusuk.

Dalam pengakuan korban, dia sudah menjadi budak seks ayahnya itu sejak tahun 2008 lalu. Dimana saat itu, korban masih berusia 12 tahun. Berdasarkan pengembangan laporan dari LKT ini, kepada penyidik, terdakwa juga mengaku telah mencabuli putrinya yang lain, SYT sejak tahun 2012 lalu. (sdf)

Feeds