Ngaku Bos Perampok, Ditangkap Polisi Mewek

Ilustrasi begal

Ilustrasi begal

POJOKSATU.id, MEDAN- Rizal Sinaga (25) mengaku sebagai bos perampok sadis di Medan. Anehnya saat aksinya terhenti di tangan polisi, pria berwajah seram itu malah mewek tak karuan berlinang air mata saat dibawa ke Mapolsek Medan Area, Minggu (6/9/2015).

Warga Jalan Lorong IX, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan itu mewek sehingga bikin warga sekitar dan polisi tertawa melihat kejadian itu.

“Tolong pak! Lepaskan aku, tobat pak, aku tobat pak. Aku janji gak merampok lagi. Tolonglah pak. Ampun pak, jangan dipenjarakan aku. Aku tobat pak dan tidak akan mengulanginya lagi,” katanya sambil menangis histeris.

Permintaan Rizal tentu tak ditanggapi polisi. Ia tetap diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Usai diperiksa, ia langsung dijebloskan ke dalam sel. Namun ia tetap meraung-raung dan minta dilepaskan. Untuk menenangkannya, seorang petugas sampai membentaknya.

Saat beraksi, Rizal ditangkap bersama dua rekannya, M Azkar (21) warga Jalan Pembinaan, Gang Keluarga I, Desa Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Piptah Alpian (21) warga Jalan Perhubungan, Gang Musyawarah, Desa Lau Dendang, Kecamatan Percut Sei Tuan. Dari ketiganya, petugas mengamankan barang bukti tiga unit sepeda motor matic hasil rampokan.

“Hasil rampokan sepeda motor lumayan bang buat beli minuman dan sabu. Aku dapat bagian Rp2,6 juta dari setiap penjualan sepeda motor hasil rampokan,” kata Rizal.

Menurutnya, enam bulan ini ia tak memiliki pekerjaan alias menganggur setelah di PHK dari tempat kerjanya di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Karena tak memiliki uang untuk membeli minuman keras (miras) dan sabu, ia mengaku terpaksa menjadi perampok. “Aku sudah enam bulan tak kerja, karena di-PHK di tempat kerjaku dulu di Batam. Aku main (merampok) sama dua temanku ini. Aku jadi bosnya,” tambahnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Sehat Tarigan mengatakan, Rizal Cs ditangkap berdasarkan laporan korban Jhon Herman Jamili (32) warga Jalan Pipit VII Lama, Kecamatan Percut Sei Tuan. Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario tanpa nomor polisi melintas di Jalan Denai, Gang Amal Kelurahan Tegal Sari Mandala, Kecamatan Medan Area.

Korban dihadang para pelaku. Saat mendekat, korban langsung ditendang hingga tersungkur. Lalu sepeda motornya dibawa kabur para pelaku. “Dari laporan korban kita melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku di Jalan Pipit, Perumnas Mandala, tadi sore. Pelaku kita jerat Pasal 365 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” terangnya. (sdf)

Feeds