Medan Rimba Reklame, PAD Minim

Semrawutnya reklame di Kota Medan

Semrawutnya reklame di Kota Medan

POJOKSATU.id, MEDAN- Reklame di sudut-sudut Kota Medan semakin semrawut sehingga Medan kerap disebut kota Rimba Reklame. Ironisnya, hasil dari reklame tersebut berupa Penghasilan Asli Daerah (PAD) sangat minim.

Hal itu lantas disikapi oleh DPRD Medan untuk membentuk Pansus Reklame. Pembentukan Pansus ditetapkan lewat rapat paripurna DPRD Medan, Selasa (8/9/2015).

Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung didampingi Wakil Ketua Iswanda Ramli Nanda, Ihwan Ritonga dan dihadiri hampir seluruh anggota DPRD Medan.

Anggota DPRD Medan Ilhamsyah, SH yang memprakarsai sekaligus menyampaikan usulan hak inisiatif menyebutkan, banyaknya temuan di lapangan bahwa reklame tidak teratur dan melanggar Perda. “Maka itu penting pansus ini dibentuk,” kata Ilham.

Diketahui juga oleh DPRD Medan, ada indikasi penertiban izin reklame yang menyalahi prosedur serta tumpang tindih. Bukan itu saja, hasil rapat Komisi D DPRD dengan Dinas TRTB pada Agustus lalu terungkap realisasi PAD dengan target Rp30 Miliar hanya 4,5 % tercapai.

“Kita targetkan akhir tahun ini, pansus sudah dapat memberikan hasil kerja yang maksimal. Kita optimis akan dapat menyelesaikan masalah sehingga kebocoran PAD dapat diminimalisir,” kata Ilhamsyah.

Adapun anggota dewan yang tergabung dalam Pansus pajak reklame yakni Drs Daniel Pinem dan Roby Barus (PDI P), Ilhamsyah, Sabar Surya Sitepu dan T Eswin (P Golkar).

Surianto, Sahat Simbolon dan Godfried Lubis (Gerindra), Herri Hutajulu dan Parlaungan Simangunsong (Demokrat), Salman dan M Nasir (PKS).

Abd Rani dan Zulkifli Lubis (PPP), Ahmad Arif dan Zulkarnain (PAN), Landen Marbun dan Ratna Sitepu (Hanura), Deni Maulana Lubis dan Beston Sinaga (Nasdem). (sdf)

Feeds