Dunia Balap Sumut Terkendala Sirkuit (1)

Sirkuit buatan di jalan raya

Sirkuit buatan di jalan raya

POJOKSATU.id, MEDAN- Dunia balap di Sumatera Utara bakal kembali ke zaman dulu, dengan menggelar even di jalan raya atau Pasar Senggol. Hal itu terjadi setelah Sirkuit Multifungsi Jalan Pancing tidak bisa digunakan.

Sirkuit Multifungsi IMI Sumut Jalan Pancing Medan saat ini tidak bisa lagi digunakan untuk arena balap. Akibatnya even balap motor kembali digelar di arena dadakan, seperti jalan raya yang disulap menjadi sirkuit, atau lahan kosong. Istilah itu selama ini digelar dengan Sirkuit Pasar Senggol.

Kondisi ini sudah mulai terlihat dalam beberapa even balapan belakangan ini. Sejumlah klub otomotif anggota IMI Sumut terpaksa menghelat even di lokasi non permanen seperti jalan raya yang ditutup, ataupun lokasi terminal. Terbaru, gelaran Honda Racing Championship, Minggu (6/9/2015) lalu digelar di arena PRSU.

Begitu juga dengan balapan yang akan datang, terpaksa digelar di arena dadakan. Kejurnas Dragbike 2015 Putaran VIII yang digelar di Medan, 20 September mendatang akan digelar di sirkuit dadakan Jalan Selamat Ketaren, depan Unimed. Kondisi tersebut tentu sangat memprihatinkan.

Menurut Ketua Panpel Kejurnas Drag Bike 2015, Constantis Pasaribu, lintasan depan Unimed adalah alternatif setelah sirkuit IMI Sumut tidak bisa lagi digunakan. “Selama ini kita sering menggelarnya di sirkuit IMI yang memang memenuhi standar,” ungkapnya ketika dihubungi, Rabu (9/9/2015).

Begitu juga dengan Ketua CCI, Candra Pak Chen. Dia menyebutkan, pihaknya terpakasa menyelenggarakan CCI Dragbike di Kisaran. Padahal, selama ini mereka acap menjadikan sirkuit IMI sebagai lokasi event. “Imbas dari ketiadaan sirkuit permanen, salah satunya adalah, kita kini berpindah-pindah lagi ke sirkuit jalanan. Kita mundur lagi, kembali ke sirkuit Pasar Senggol,” ungkapnya (Bersambung). (sdf)

Feeds