Dunia Balap Sumut Terkendala Sirkuit (2)

Pembalap menggeber motornya di sirkuit buatan

Pembalap menggeber motornya di sirkuit buatan

POJOKSATU.id, MEDAN- Olahraga balap di Sumut terancam tanpa prestasi. Sirkuit yang sudah ada kini digusur untuk kepentingan yang tak pro kepada prestasi olahraga.

Agus Munthe, Ketua Harian Speeder, menyayangkan kondisi yang terjadi, di mana sirkuit yang sudah ada malah sudah tidak bisa digunakan.

“Seharusnya sarana olahraga terus bertambah, bukan malah hilang yang membuat pembinaan menjadi mandeg. Selain membuat promotor kesulitan menggelar event karena harus berpindah-pindah, ketiadaan sarana juga menjadikan para atlet balap motor kesulitan berlatih,” tambah mantan racer andal Sumut ini.

Roy Gusti, pemilik klub balap RPM menambahkan, dengan tidak berfungsinya sirkuit permanen, maka para pelaku balap pasti kesulitan melakukan pembinaan. “Pembinaan bakal tidak jalan, dan kita kembali lagi ke balap jalanan,” ucap Roy yang membina beberapa pembalap di timnya.

Ketua Pengprov IMI Sumut Ijeck yang dihubungi, tak menampik jika saat ini era balap Pasar Senggol kembali hadir. “Adalah fakta kalau event balap motor kini banyak yang kembali ke sirkuit dadakan, sebagai efek dari sirkuit IMI Sumut yang sudah tidak bisa lagi menggelar balapan,” sebutnya didampingi John Lubis dan para pengurus IMI lain.

Saat ini, ungkap Ijeck, yang paling merasakan akibat dari ketiadaan sarana sirkuit adalah para pembalap, karena mereka tidak punya tempat untuk latihan, termasuk atlet Pra PON Sumut yang saat ini sedang dipersiapkan. “Atlet tidak lagi punya tempat latihan, dan balapan kini balik ke sirkuit dadakan. Padahal keberadaan sirkuit permanen juga bisa meminimalisir aksi balap liar di jalan raya,” tandas Ijeck (habis). (sdf)

Feeds