Stres Pikiri Mahar, Malau Gantung Diri

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN- Abriansyah Malau (25) ditemukan tewas tergantung di rumahnya, Rabu (9/9/2015) sekira pukul 10.00 WIB. Diduga korban nekat mengakhiri hidup karena stres memikirkan biaya pernikahannya.

Dugaan itu diperkuat dengan keterangan orangtua korban Sakban Malau (52). Sakban membenarkan bahwa korban akan segera menikah bulan Oktober mendatang. Diterangkan Sakban di kediamannya di Dusun 1 Desa Sitiris Tiris Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, selama ini ia dan keluarga mengetahui bahwa korban akan menikah dengan seorang gadis asal Mentawai.

Namun saat disinggung nama calon istri korban, Sakban enggan memberitahukannya.

Dilanjutkan Sakban, ia adalah orang yang pertama kali menemukan korban yang sudah tak bernyawa dalam keadaan menggantung di kamar.

“Tadi saya lihat dia tergantung menggunakan tali nilon,” kata Sakban.

Korban nekat gantung diri akibat memikirkan mahar perkawinannya yang belum ada. Sehingga korban yang sehari-harinya melaut itu frustrasi. Apalagi Abriansyah masih dalam kondisi sakit setelah jatuh dari sepedamotor beberapa waktu lalu.

Diceritakan Sakban, sebelum ditemukan meninggal, anak ke dua dari enam bersaudara itu sempat memohon kepadanya agar diberi izin melaut ke Sibolga. Bahkan pagi itu korban sempat mengelukan biaya perkawinannya yang belum ada.

Setelah dilarang melaut, Abriansyah Malau tampak gelisah dan sempat menelpon seseorang. Tak lama setelahnya Malau memilih gantung diri di kamarnya. (sdf)

Feeds