Inilah Profil Marihad Simbolon, Pengusaha yang Mencarter Heli Hilang di Danau Toba

Marihad Simbolon pengusaha sukses dari Samosir

Marihad Simbolon pengusaha sukses dari Samosir

POJOKSATU.id, MEDAN-Helikopter yang hilang kontak di Samosir Danau Toba itu, dicarter pengusaha asal Samosir yang tinggal di Jakarta Marihad Simbolon. Helikopter tiba di rumah Marihad Simbolon di Desa Siparmahan, Kecamatan Harian, Samosir, Minggu (11/10/2015) pukul 10.30 WIB.

Setelah menurunkan Marihad Simbolon dan keluarga, helikopter take off pukul 11.30 WIB dan diperkirakan akan tiba di KNIA, 45 menit berikutnya.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, Marihad Simbolon (penasihat Punguan Simbolon dohot Boruna Se-Indonesia pada kepengurusan PSBI (2012 – 2017) adalah pengusaha asal Samosir.

Parna Raya Group dia dirikan dari tahun 1960. Awalnya hanya dari perusahaan keluarga, dengan bisnis truk tunggal. Mengangkut barang dari kapal di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia.

Perlahan PT Parna Raya sejak berdiri terus menaik, terus tumbuh dari bisnis angkutan truk kecil untuk armada yang sangat substansial hingga bertumbuh besar dari 125 unit semi trailer dan tronton. Seiring waktu, perusahaaan ini melirik bisnis lain. Saat ada kesempatan muncul untuk memperluas ke bisnis transportasi laut, tongkang.

Marihad menginvestasikan uangnya membeli kapal laut untuk mengangkut kantong semen secara massal, pupuk urea. Dan komoditas lainnya yang dihasilkan oleh perusahaan milik negara. Selanjutnya, pertengahan 1980 peluang juga muncul dalam perdagangan komoditas.

Marihad kemudian berkelana ke perdagangan komoditas termasuk pupuk kimia, pinus kayu pulp, garam bermutu tinggi dengan bekerjasama dengan industri Australia dan lain-lain.

Pertengahan tahun 1990,Marihad mencoba berbisnis di gas. Niatnya untuk mengamankan pembelian gas bumi, walau belakangan tersandung kasus korupsi. Dari bisnis ini lahirlah pabrik amonia.

Satu-satunya pabrik swasta milik pribadi dan freehold terletak di Bontang, Kalimantan Timur. Dia melihat kesempatan, meramalkan masa depan yang cerah dalam pasokan gas dan masuk ke bisnis berbasis industri, sebagai lawan bisnis perdagangan.

Pabrik amoniak kemudian dibangun dan PT Kaltim Parna Industri didirikan sebagai joint-venture dengan perusahaan Mitsubishi Corporation dan PT. Dana Pensiun Yayasan Pupuk Kaltim, dengan kapasitas produksi per tahunnya lebih dari 500.000 metrik ton amonia anhidrat.

Perusahaan ini juga menggarap perkembunan Amonia. Amonia tanaman ditugaskan dan berhasil memulai produksi komersial pada awal 2002 Sebagian besar amonia yang dihasilkan diekspor ke bagian lain baik di Timur Selatan dan Asia Timur.

Sejak itu, perusahaan ini berkembang pesat dan didirikan beberapa perusahaan yang bernaung dalam Parna Raya Grup. Kini perusahaan Parna Raya menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari investasi, jalur pipa transportasi gas, pasokan gas alam, dan perkebunan kelapa sawit.

Kekayaan Marihad berkembang seiring dengan kepemilikannya di hotel bintang empat. Hotel yang dikenal sebagai Sari Pan Pacific Hotel. Hotel ini berlokasi di pusata bisnis di Jalan M H Thamrin, Jakarta.

Sudah lebih dari 30 tahun telah dikelola oleh Pan Pacific Hotels and Resorts, kini berbasis di Singapura. Di bidang pendidikan, Marihad juga mendirikan Yayasan Buana Parnaraya. (sdf)

Feeds