3 Kali Rampok Minimarket Tempatnya Bekerja, Total Rampokan Rp 108 Juta

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono (kanan ujung), menunjukkan barang bukti dan pelaku perampokan minimarket yang tak lain karyawannya sendiri, Kamis (15/10/2015) | foto: fir/pojoksatu.id

Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono (kanan ujung), menunjukkan barang bukti dan pelaku perampokan minimarket yang tak lain karyawannya sendiri, Kamis (15/10/2015) | foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN- MYM (23) dan DS (21), dua pria yang merupakan karyawan salah satu minimarket terkenal nekat merampok tokonya sendiri. Disebut-sebut, keduanya nekat merampok karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Saat dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolresta Medan Kamis (15/10/2015) sore, MYM merupakan karyawan minimarket di Jalan Sei Mencirim, yang tinggal di Jalan Sei Mencirim, Desa Suka Maju, Perumahan Sunggal Anugrah Lestari, Kecamatan Sunggal. Sedangkan DS karyawan yang sama di Jalan Sunggal dan tinggal di Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Sunggal.

Namun sayang, keduanya memilih bungkam ketika ditanya kenapa nekat merampok toko yang merupakan rekanan tempat bekerjanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono mengatakan, keduanya ditangkap saat bersembunyi di rumah rekannya, ES (23), Desa Karang Rejo Pasar III Kecamatan Tandem Hilir, Kabupaten Langkat, Rabu (14/10/2015) malam.

Dijelaskannya, penangkapan terhadap ketiga tersangka atas laporan PT Indomarco Prismatama di Polsek Sunggal pada 5 Oktober lalu. Berdasarkan laporan, petugas membentuk tim khusus (timsus) dan berhasil menangkap ketiga kawanan pelaku.

“Cara ketiga tersangka dalam melakukan pencurian menggunakan senjata api mainan. MYM berperan memberikan gambaran terhadap situasi Indomaret kepada DS dan ES,” katanya.

Aldi menyebutkan, ketiga pelaku dalam menjalankan aksinya pada waktu karyawan hendak menutup toko dan juga membuka toko. Disaat itu, datang pelaku langsung menodongkan senjata api mainan kepada karyawan. Setelah berhasil menyekap karyawan, ketiganya mengambil uang yang berada di brankas toko sebesar Rp 24 Juta dan kemudian menutup toko sembari melarikan diri.

“Peran dari DS dan ES yakni menodong karyawan dengan menggunakan parang serta senjata api mainan sambil mengancam karyawan,” sebutnya.

Setelah berhasil merampok uang dari toko, Lanjut Aldi, ketiganya kabur ke arah Jalan Binjai Tandem Hulu Pasar VI, Kota Binjai untuk membagi hasil uang rampokan tersebut. Selanjutnya mereka bersembunyi di tempat ES.

“Dalam aksi perampokan tersebut ketiga tersangka mendapat uang masing-masing, DS Rp 9,5 juta, ES, Rp 9,5 juta dan sisanya MYM Rp 5 juta,” beber mantan Kapolsek Medan Sunggal ini.

Diutarakannya, berdasarkan pengakuan ketiga tersangka ini ternyata telah melakukan pencurian dengan kekerasan sebanyak tiga kali, dua diantaranya di minimarket Jalan Flamboyan Raya dengan kerugian senilai Rp 44 Juta dan di Jalan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang berhasil membawa kabur uang sekitar Rp 40 Juta.

“Kita mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 11 Juta, sebilah parang untuk menodong serta satu unit senjata api mainan. Ketiganya kita kenakan pasal 365 ayat (2) KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan,” pungkasnya. (fir/sdf)

Feeds