Demi Poker Online, Mio Orang Jadi Modal

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic (kiri ujung) dan Kanit Reskrimnya AKP Hendrik Temaluru (kanan ujung) mengintrogasi dua remaja yang nekat mencuri sepeda motor karena kecanduan game poker. Foto: fir/pojoksatu.id)

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic (kiri ujung) dan Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru (kanan ujung) mengintrogasi dua remaja yang nekat mencuri sepeda motor karena kecanduan game poker |Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Berdalih tak punya uang untuk bermain game poker di warung internet (warnet), dua remaja nekat mencuri sepeda motor Mio milik Darmaji di rumahnya Jalan Kapten Muslim No. 285 Kelurahan Helvetia Tengah, Medan Helvetia.

Namun sial, aksi dua remaja ini berakhir ditangan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia. Pasalnya, remaja yang diketahui bernama Aldo Albertus Poli (19) warga dan Fahrul Roji Dalimunthe (18) ditangkap polisi dari kediamannya di Jalan Mawar IV Medan Helvetia, Rabu (14/10) malam.

Menurut pengakuan Aldo saat dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolsek Medan Helvetia Kamis (15/10/2015) siang, dirinya terpaksa mencuri karena kecanduan bermain poker di warnet.

“Butuh uang aku bang untuk main warnet. Gimanalah bang, aku enggak kerja darimana uangku,” ucap Aldo.

Dikatakannya, selain kecanduan bermain game di warnet, dirinya juga ketergantungan sabu-sabu. “Kecanduan sabu juga aku bang, uda hampir setahun terakhir ini. Biasanya, sebelum ke warnet kami pakai sabu dulu,” sebut Aldo yang kemudian digiring petugas ke dalam sel tahanan.

Sementara itu, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic menyebutkan, kedua remaja ini ditangkap berdasarkan laporan korbannya dengan dilengkapi rekaman CCTV. Dari laporan tersebut selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap keduanya.

“Pelaku sebenarnya berjumlah tiga orang, untuk satu orang lagi berinisial JP masih buron,” kata Bonic.

Ia menjelaskan, aksi ketiga remaja ini dilakukan dengan cara masuk melalui pintu belakang rumah korban. Saat itu, korbannya sedang tertidur pulas.

“Awalnya, pelaku Aldo masuk ke dalam rumah korban lewat dapur. Secara kebetulan, kunci dapur rumah korban tergantung diluar pada gagang pintunya. Pelaku lalu mengambil sepeda motor korban dan dompetnya yang tertinggal di saku celana yang terletak di kursi dapur,” ungkap Bonic.

Setelah berhasil mengeluarkan sepeda motor, lanjut Bonic, pelaku langsung menghidupkan sepeda motor. Namun, terlebih dahulu memberikan kode dengan tepuk tangan kepada rekannya Roji dan JP, yang menunggu di depan rumah korban.

“Pelaku kemudian kabur dan sepeda motornya dijual kepada seorang penadah berinisial PT di daerah Binjai seharga Rp.1.950.000. Uang tersebut lalu dibagi tiga, Aldo Rp 950 ribu dan sisanya kepada Roji dan JP,” terang Bonic.

Ia melanjutkan, pihaknya masih memburu seorang rekan tersangka berinisial JP dan penadah berinisial PT. “Kita masih dalami kasus ini, dan mencari barang bukti sepeda motor yang dijual pelaku,” pungkasnya. (fir/sdf)

Feeds