Kodam I/BB Kirim Pasukan ke Aceh Singkil

Kapendam I/BB Kolonel Enoh

Kapendam I/BB Kolonel Enoh

POJOKSATU.id, MEDAN- Demi membantu pemulihan keamanan pasca kerusuhan di Aceh Singkil yang menewaskan dua orang tewas dan satu gereja terbakar, Kodam I/BB mengirimkan 100 personel TNI AD.

Pasukan yang diturunkan itu berasal dari Bataliyon Infantri (Yonif) 125/SMB yang bermarkas di Kabanjahe, dan Kodim 0206/Dairi. “Untuk membantu menjaga keamanan, tadi malam sudah kita siagakan pasukan,” kata Kapendam I/BB, Kolonel Inf Enoh Solehudin.

Selain mengirimkan pasukan, Kodam I/BB juga telah memerintahkan Dandim 0203/Langkat untuk menggelar pertemuan dengan FKUB Kabupaten Langkat guna mencegah meluasnya dampak kerusuhan tersebut. “Kita sudah minta mereka menggelar pertemuan dan FKUB untuk menenangkan masyarakat,” ujarnya.

Dari informasi yang diterima, jelas Enoh, hari ini tidak ada lagi gelombang pengungsi dari kawasan Aceh Singkil menuju Sumatera Utara (Sumut). “Prajurit TNI difokuskan pada penjagaan perbatasan untuk mencegah kemungkinan munculnya mobilisasi massa yang dapat memperkeruh situasi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jumlah pengungsi dari Aceh Singkil yang memasuki wilayah Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Pangindaran, Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut), terus bertambah, Rabu (14/10/2015).

Hingga malam ini diperkirakan jumlah pengungsi telah mencapai 6.000 jiwa. Suasana yang belum kondusif pasca kerusuhan yang mengakibatkan dua warga tewas dan satu gereja terbakar, Selasa (13/10/2015), membuat warga memilih mengungsi.

Banyaknya jumlah pengungsi membuat stok makanan dan obat-obatan menipis. “Stok makanan untuk pengungsi masih sangat minim, demikian juga obat-obatan. Untungnya banyak warga yang memberikan bantuan,” kata Kepala Desa Saragi, Tapteng, Rusman Sinaga.

Menurutnya, banyak pengungsi yang mengalami penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). “Bahkan, tadi ada seorang yang ibu melahirkan di pengungsian. Langsung dilarikan ke Puskesmas Manduamas. Pengungsi di sini bukan hanya Kristen, tapi banyak juga pengungsi yang muslim,” sebutnya.

Selain di tenda-tenda yang telah disiapkan, ribuan pengungsi itu juga ditampung di puskesmas, kantor pemerintah dan sekolah. (sdf)

Feeds