Frans, Aku Sudah Tak Sanggup, Selamat Jalan…

Fransiskus, salah satu korban selamat dari bencana helikopter jatuh di Perairan Danau Toba, tiba di RS Bhayangkara Medan, Kamis (15/10/2015) siang | Foto: fir/pojoksatu.id

Fransiskus, korban selamat helikopter jatuh di Perairan Danau Toba, tiba di RS Bhayangkara Medan, Kamis (15/10/2015) siang | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN- Korban selamat helikopter EC-130 yang jatuh di Danau Toba, Fransiscus Subihardayan (22) akhirnya dibawa ke Kamar VIP Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Kamis (15/10/2015). Namun karena kondisinya masih lemah, media belum diizinkan mewawancarainya.

Untunglah, paman Frans, Antonius Nur Susanto (53) bersedia berbagi cerita usai mendampingi Frans di ruang perawatan.

Kepada Sumut Pos (grup pojoksatu.id), paman atau abang kandung ibu Frans ini menuturkan bahwa   kondisi Frans sudah mulai bagus

“Tapi kita mau dia beristirahat dulu biar bisa cepat pulih dan bisa kembali ke Jogja, menemuai ibunya dan semua keluarga,” katanya sembari mengatakan Frans anak tunggal dari adik perempuannya, Sri Handayani.

Pria yang menyebut dirinya Pak De ini mengaku sudah banyak berkomunikasi dengan Frans.

“Kesaksian Frans, mereka itu nggak lompat dari atas heli ke danau, tapi keluar setelah helinya mendarat di air. Pintu belakang langsung terbuka, tapi pintu pilot susah terbuka sampai tangan pilot Teguh berdarah. Frans menyelam untuk membantu membuka pintunya dan akhirnya bisa terbuka. Semua selamat, awalnya,” katanya.

Tak hanya membantu pilot untuk keluar dari helikopter, Frans juga sempat kembali menyelam untuk mengambil pelampung di dalam helikopter. “Dia sempat nyelam lagi ke dalam buat nyari pelampung  tapi gak ketemu. Akhirnya busa dan bantal kursi helikopternya diambilnya ada lima, itulah yang jadi pegangan. Nah itu yang ditemukan sama Tim SAR,” ujarnya.

Frans dan keempat korban lainnya, Pilot Teguh, teknisi Poerwantono, Giyanto dan Nurhayanto Fabianus yang juga paman kandung Frans, sempat bersama-sama dan menggunakan enceng gondok untuk tumpuhan.

“Mereka semua buka baju dan celana biar lebih ringan, tinggal dalaman saja. Tapi karena ombak besar mereka terbagi jadi dua kelompok. Si Frans masih sempat mengingatkan adik saya Nurhayanto untuk tidak banyak bergerak,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Sembari menahan air mata, ia kembali berkisah, mengulang kembali cerita Frans. “Mereka pisah, Frans berdua sama Giyanto bertahan dalam dinginnya air. Malamnya Giyanto bilang ke Frans kalau dia sudah tidak tahan, dan sempat mengucapkan salam perpisahan. Katanya ‘Frans aku udah gak sanggup, selamat jalan, good bye’ begitu kesaksian Frans,” ujar Antonius Nur Susanto tegar. (sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …