Maling Berklewang Ditangkap, Satu Ditembak

ilustrasi-pencuri1
POJOKSATU.id, MEDAN-Berakhir sudah pelarian Arodes Sihombing (23), satu dari tiga pencuri yang kabur usai menggasak harta milik seorang PNS PD Pasar Medan, Iwan Nasution, di rumahnya Jalan Budi Luhur Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, Jumat (16/10/2015) dinihari sekitar 04.00 WIB.

Arodes ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia dari rawa-rawa kawasan Jalan Setia Luhur sekira pukul 09.00 WIB. Pemuda bertubuh mungil ini terpaksa harus diterjang timah panas pada betis kanannya oleh petugas, karena melawan saat dilakukan penangkapan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya Arodes baru saja mencuri di rumah PNS PD Pasar Medan tersebut. Dia bersama rekannya Bembeng Johan (25) warga Jalan Purwodadi/ Medan-Binjai KM 12, Sunggal dan seorang lagi berinisial AS alias Zaki, berhasil membawa kabur kendaraan dinas yang biasa digunakan korban.

Semula, aksi ketiga pelaku tak diketahui korban. Namun, sekitar pukul 05.10 WIB, istri korban yang biasa bangun pagi mendapati sepeda motor suaminya tak berada lagi di teras rumah. Istri korban pun terkejut dan membangunkan suaminya. Selanjutnya memberi tahu petugas jaga malam setempat.

Petugas jaga malam bersama korban serta sejumlah warga kemudian berusaha mencari di sekitar perumahan keluarga tersebut, Jalan Budi Luhur hingga Setia Luhur. Benar saja, ketika menyisir di Jalan Setia Luhur, petugas dan warga mendapati ketiga pelaku sedang mendorong sepeda motor hasil curiannya.

Mereka pun mengejar para pelaku. Mengetahui itu, pelaku berusaha melarikan diri. Namun, Bembeng Johan yang mendorong sepeda motor milik korban tak berhasil kabur. Dia kemudian diamankan dan sempat dihajar warga, yang selanjutnya diserahkan kepada polisi. Sementara Arodes dan rekannya berinisial AS alias Zaki berhasil kabur.

Arodes lari ke arah rawa-rawa Jalan Setia Luhur, sedangkan Zaki menuju Jalan Asrama dengan mengendarai sepeda motor Vario yang dibawanya sejak awal.

Petugas Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia yang datang ke lokasi langsung melakukan penyisiran di rawa-rawa bersama warga. Upaya polisi dan warga nyaris sia-sia. Pasalnya, hampir dua jam (07.00 WIB- 09.00 WIB) mencari pelaku yang bersembunyi di semak-semak tak juga menemukannya. Namun, sekira pukul 09.00 WIB lewat warga melihat Arodes keluar dari tempat persembunyiannya.

Dengan membawa sebilah klewang, Arodes berlari di semak-semak tersebut. Warga yang melihat kemudian memberitahu petugas kepolisian. Polisi pun mengejar Arodes dan berusaha menangkapnya. Tetapi, saat ditangkap dia melawan dan berusaha melukai petugas.

Merasa terancam dan takut pelaku kabur, polisi menembak betis kanannya hingga terkapar. Tanpa membuang waktu, polisi kemudian meringkusnya dan memboyong pelaku ke markas.

“Ketahuannya pas istri saya bangun sekitar jam 5 pagi (05.00 WIB). Jadi, pas bangun istri saya melihat sepeda motor yang biasa saya pakai sudah tidak ada lagi di teras rumah. Uda gitu, rantai pagar juga sudah rusak. Makanya saya dibangunkan dan memberitahu petugas jaga malam,” ungkap korban bernama Iwan Nasution saat berada di kantor Polsek Medan Helvetia.

Menurut Iwan, aksi pelaku ini terbilang profesional. Padahal, untuk masuk ke perumahan harus melewati pagar setinggi hampir 3 meter yang ditutup menggunakan rantai dan gembok.

“Hebat juga mereka (pelaku), rantai pagar perumahan saja sudah dijebolnya. Selain itu, rantai pagar rumah saya juga dirusaknya. Ditambah lagi, gembok cakram sepeda motor saya. Luar biasa memang maling ini,” sebut Iwan.

Ia mengaku, pencurian di rumahnya bukan kali pertamanya. Sebab, dua tahun sebelumnya dirinya pernah kehilangan sepeda motor Vario.

“Warga sini sudah geram aja melihat pelaku, karena sebagian warga ada yang kehilangan juga barang-barangnya. Makanya warga langsung memukulinya dan untung polisi cepat datang. Kalau enggak, saya rasa uda dimatikan warga,” cetus Iwan.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic melalui Kanit Reskrimnya AKP Hendrik Temaluru yang dikonfirmasi membenarkan telah ditangkapnya dua pelaku pencurian bersenjata tajam. Menurutnya, saat ini kedua pelaku masih didalami keterangannya untuk pengembangan lebih lanjut.

“Kita masih mengejar satu pelaku lainnya yang berhasil kabur. Untuk barang buktinya berupa klewang, pisau, kunci letter T dan sepeda motor plat merah milik korban,” ujar Hendrik.

Sementara itu, pelaku Arodes yang sempat diwawancarai mengaku baru dua kali melancarkan aksinya. Namun, pria yang tinggal di tanah garapan Karya 7, Jalan Kapten Sumarsono Medan Helvetia ini tak menjelaskan dimana saja lokasinya lantaran meringis kesakitan akibat betis kanannya ditembak petugas. (fir/sdf)

Feeds