Koruptor Alkes RSUD Perdagangan Disuruh Ganti Hasil Korup Rp 2,4 Miliar

Wan Kek alias Sumitro

Wan Kek alias Sumitro

POJOKSATU.id, MEDAN- Terdakwa korupsi alat-alat kesehatan (Alkes) RSUD Direktur CV Bina Husada, Wan Kek alias Ali Sumitro (47) dituntut membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 2,4 miliar subsidair 4 tahun 3 bulan kurungan. Selain itu, Wan Kek juga dituntut selama 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Menurut JPU, terdakwa Wan Kek terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD Perdagangan, Simalungun yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 3,3 miliar dari total anggaran Rp 5 miliar.

“Terdakwa Wan Kek alias Ali Sumitro terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. Menuntut agar terdakwa dihukum selama 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsidair 6 bulan kurungan,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Sipahutar di Ruang Cakra VII Pengadilan Tipikor Medan Kamis (15/10/2015) lalu.

Terdakwa Wan Kek dianggap JPU melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai mendengarkan tuntutan dari JPU, majelis hakim yang diketuai oleh Marsudin Nainggolan menunda sidang hingga Selasa (20/10) dengan agenda pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU, terdakwa Wan Kek alias Ali Sumitro bersama Drg Amrianto selaku Direktur RSUD Perdagangan, Jon Elyas Sentosa Saragih selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ramli Sagala selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP), Andrianto selaku rekanan telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama pada proyek yang bersumber dari APBN-P tahun 2012 tersebut. (sah/sdf)

Feeds