Rindu Keluarga, Fransiskus Ingin Pulang Kampung

Fransiskus, korban selamat helikopter hilang di Danau Toba, saat dievakuasi setelah tiga hari terombang-ambing di Danau Toba.  | Foto: AFP

Fransiskus, korban selamat helikopter hilang di Danau Toba, saat dievakuasi setelah tiga hari terombang-ambing di Danau Toba. | Foto: AFP

‪POJOKSATU.id, MEDAN-Kondisi Fransiskus Subihardayan (22), korban selamat dari peristiwa helikopter EC 130 yang jatuh di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, terus membaik.

“Saya merasa sehat 100 persen. Saya juga akan jaga kondisi saya sendiri,” kata Fransiskus kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Ia mengaku telah mengalami perubahan yang baik pada dirinya. “Tidak ada keluhan soal kondisi tubuh saya, hanya saja ada sedikit maag mungkin karena saat kejadian itu tidak makan,” cetus Fransiskus yang masih terlihat luka terbakar di bagian wajahnya.

Merasa sudah sehat, sambung Fransiskus, ia pun meminta kepada pihak Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk segera memberikan izin pulang ke kampung halamannya Sleman, Yogyakarta.

“Saya ingin pulang ke Sleman, sudah enggak betah di rumah sakit. Saya ingin bertemu dan berkumpul dengan keluarga,” ujarnya yang sesekali berjalan ke balkon/teras rumah sakit tersebut untuk menghilangkan rasa bosan.

‪Sementara itu, Kepala Bidang Dokter dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sumut Kombes Pol Setyo Purwanto menuturkan, kondisi Fransiskus memang sudah pulih secara fisik dan psikologis.‬

‪”Dia sudah bisa dirawat jalan, rencananya akan kita kembalikan ke pihak keluarganya,” kata Setyo.

Sebelumnya, pada Kamis (15/10/2015) siang Fransiskus dirujuk ke RS Bhayangkara Medan, Jalan KH Wahid Hasyim. Semula, dia dirawat di RSU Hadrianus Sinaga, Panguruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Dia diberangkatkan via jalur darat menuju RS Bhayangkara Medan untuk mendapat perawatan secara intensif. (fir/sdf)

Feeds