Kelakuan Sejumlah Hakim di Medan Parah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN- Medan merupakan salah satu kota yang paling banyak mengadukan pelanggaran dan perilaku hakim. Komisi Yudisial (KY) menyebutkan, Medan masuk dalam posisi enam besar.

Pernyataan itu disampaikan Staff Komisi Yudisial, Aris Purnomo pada kegiatan workshop Mencegah Perbuatan Merendahkan Kehormatan dan Keluhuran Martabat Hakim untuk Masyarakat serta Aparat Penegak Hukum dan Media Massa, yang berlangsung di Koki Sunda, Senin (19/10/2015).

Pada kegiatan yang juga dihadiri berbagai pihak seperti LBH Kota Medan dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Medan itu, dan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Aris mengatakan, data tersebut diperoleh dari laporan pengaduan masyarakat yang sampai ke KY.

Bahkan, dikatakan Aris, bahwa Medan masuk kategori kota enam besar dari sepuluh kota yang didata oleh pihak Komisi Yudisial.

“Laporan yang disampaikan tentang perilaku hakim dalam menangani dan memutuskan perkara,” ucapnya.

Aris juga mengaku masih terbatasnya personel KY sehingga membuat pengaduan masyarakat tersebut belum terladeni dengan maksimal. “Diharapkan masyarakat bisa mengadukan bila ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum hakim,” ujarnya.

Peran serta masyarakat tersebut menurut Aris angat membantu dalam memberikan tindakan atas ada pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tersebut.

Sementara di tempat yang sama Hakim Berlian Napitupulu, yang mewakili Ketua PN Medan, menyebutkan dengan adanya peran media khususnya kritikan yang disampaikan terhadap klinerja hakim khususnya di PN tentunya akan semakin meningkatkan kinerja hakim agar lebih baik.

“Khususnya bagi pencari keadilan untuk mendapatkan hak-haknya, peran media jadi hal yang vital untuk turut menegakkan keadilan,” ucapnya.

Perwakilan AJI Medan, Hendrik Sitinjak mengatakan fungsi media itu merupakan sebagai bentuk pengawasan akan tetapi harus independent. “Artinya, dalam hal ini upaya konfirmasi harus dilakukan sehingga informasi yang disampaikan berimbang dan dimengerti,” ucapnya. (sah/sdf)

Feeds