‪Ternyata 1 Ton Ganja di Medan Dikendalikan Napi di Lapas Aceh

Ganja kering

Ganja kering

POJOKSATU.id, MEDAN-Sebanyak 1,41 ton paket ganja kering siap edar yang diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur akhir pekan lalu, ternyata dikendalikan oleh seorang narapidana (napi) yang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Aceh Besar Provinsi Aceh. Bandar besar yang mengatur pengiriman dan distribusi ganja kering tersebut bernama Asun.

“Asun yang menyuruh saya dan dia yang mengatur semuanya. Si Asun sekarang sedang ditahan di Lapas Aceh dalam kasus narkoba,” bilang tersangka Zulfan Syahputra Nasution ketika ditemui di Mapolsek Medan Timur, kemarin.

Zulfan mengaku kenal dengan Asun melalui temannya yang selama ini juga berprofesi sebagai pengedar ganja yakni J. “Saya kenal dia dari teman saya si J, yang sedang menjalani hukuman penjara di Lapas Tanjung Gusta,” aku warga Jalan Mesjid Taufik Gang Bali, Medan Perjuangan ini.

Diutarakannya, Asun merupakan narapidana kasus peredaran ganja. “Saya kurang tahu hukuman Asun berapa tahun, yang jelasnya dia terjerat kasus ganja juga,” sebut Zulfan.

Menurutnya, dalam bisnis peredaran ganja kering ini Asun yang mengatur, mulai penunjuk jalan atau tujuan ganja diantar hingga diterima oleh siapa. Sebelum diantar, anggota Asun melakukan pengecekan terlebih dahulu.

“Tugas saya hanya menunjuk jalan apabila permintaan atau pembelinya sudah ada. Saya dijanjikan sama Asun mendapat bayaran Rp2 juta bila berhasil,” katanya.

Disinggung sudah berapa kali menjadi penunjuk jalan untuk mengantar paket ganja tersebut, Zulfan buru-buru bungkam. Ia berdalih baru satu kali.

Sebelumnya, 1 ton lebih ganja kering asal Aceh diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Timur dari dua tempat berbeda, Minggu (18/10/2015) dinihari. Paket ganja itu diamankan dari kawasan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan dan Desa Bandar Baru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Ganja tersebut berasal dari Desa Blangkejeren, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.‬

Awalnya, petugas mendapatkan informasi tentang peredaran gelap narkotika ini. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pembeli (undercover buy) di kawasan Pasar X Tembung. Dari undercover buy tersebut disepakati 40 kg ganja.

Di saat bertransaksi dan barang ditunjukkan di dalam mobil Avanza BK 1532 IJ, petugas pun langsung melakukan penangkapan terhadap Zulfan (28). Ketika diintrogasi, warga Jalan Mesjid Taufik, Medan Perjuangan ini mengaku akan masuk lagi paket ganja sebanyak 1 ton dari Aceh ke Medan melalui jalur Brastagi.

Mendapat informasi tersebut, petugas kemudian melakukan pengembangan hingga akhirnya mendapati ganja itu dari truk Colt Diesel BK 8583 CV yang terparkir di Restoran Sehati Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara. Saat digeledah, ternyata paket ganja tersebut disimpan dibalik buah kelapa.

Tanpa buang waktu, petugas kemudian membawa 1 ton barang haram tersebut berikut dua orang yakni Tika (28) dan Talib (31), asal Blangkejeren, Aceh. (fir/sdf)

Feeds