Maling yang Takut Kobra Ini Ternyata Sudah Beraksi 21 Kali

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic (kiri ujung) bersama Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru (kanan ujung) menunjukkan barang bukti dan tersangka pelaku pencurian Selasa (20/10/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Kapolsek Helvetia Kompol Ronni Bonic (kiri ujung) bersama Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru (kanan) menunjukkan barang bukti dan tersangka pelaku pencurian. | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Masih ingat dengan Arodes Sihombing alias Jodes (25), satu dari tiga pencuri sadis yang roboh ditembak petugas Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia saat berusaha kabur dari semak belukar lantaran takut digigit ular kobra.

Ternyata, Jodes bersama Bambang Handoko alias Bembeng (25) warga Jalan Medan Binjai KM 12 Desa Purwodadi, Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Boy yang masih buron, sudah beraksi melakukan pencurian sebanyak 21 kali.

“Berdasarkan keterangan pelaku, ternyata mereka sudah beraksi melakukan pencurian sepeda motor di dalam rumah atau begal sebanyak 21 kali. Mereka beraksi di kawasan Kecamatan Medan Helvetia, Medan Sunggal, Sunggal dan Delitua,” kata Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic dalam keterangan persnya Selasa (20/10/2015).

Ronni menyebutkan, dari hasil pengembangan dua pelaku ini kembali ditangkap seorang penadah sepeda motor curian, yakni Adi (25) warga Pancur Batu, Deli Serdang. Dia diringkus dari kediamannya.

“Adi mengaku sudah 6 kali menerima sepeda motor curian dari para pelaku. Biasanya, dijual seharga Rp 1 juta hingga 2 juta, tergantung kondisinya,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Menurut Ronni, pihaknya masih mendalami lagi kasus tersebut dan mengejar Boy yang ikut terlibat. “Untuk barang buktinya, kita menyita sepeda motor korban Supra X 125 plat merah BK 2482 L, Honda Vario plat palsu, sebilah klewang, pisau, kunci letter T dan lainnya,” sebut Ronni.

Sementara itu, pelaku Jodes yang sempat diwawancarai berdalih baru dua kali melancarkan aksinya. Namun, dia tak menjelaskan dimana saja lokasinya lantaran meringis kesakitan akibat betis kanannya ditembak petugas.

Sebelumnya, Jodes dibekuk polisi usai menggasak harta milik seorang PNS PD Pasar Kota Medan, Iwan Nasution, di rumahnya Jalan Budi Luhur Kelurahan Dwikora, Medan Helvetia, Jumat (16/10/2015) dinihari lalu sekira 04.00 WIB.

Uniknya, Jodes dibekuk saat keluar dari tempat persembunyiannya di semak belukar kawasan Jalan Setia Luhur sekira pukul 09.00 WIB. Pasalnya, pria bertubuh mungil ini ketakutan digigit ular kobra dari semak tersebut.

Awalnya, Jodes baru saja mencuri di rumah PNS PD Pasar Medan tersebut. Dia bersama rekannya Bembeng serta Boy yang masih dalam pengejaran. Ketiganya berhasil membawa kabur kendaraan dinas korban, Honda Supra X 125 plat merah BK 2482 L.

Semula, aksi ketiga pelaku tak diketahui korban. Namun, sekitar pukul 05.10 WIB, istri korban yang biasa bangun pagi mendapati sepeda motor suaminya tak berada lagi di teras rumah. Istri korban pun terkejut dan membangunkan suaminya. Selanjutnya memberi tahu petugas jaga malam setempat.

Petugas jaga malam bersama korban serta sejumlah warga kemudian berusaha mencari di sekitar perumahan keluarga tersebut, Jalan Budi Luhur hingga Setia Luhur. Benar saja, ketika menyisir di Jalan Setia Luhur, petugas dan warga mendapati ketiga pelaku sedang mendorong sepeda motor hasil curiannya.

Mereka pun mengejar para pelaku. Spontan, pelaku berusaha melarikan diri dan berpencar. Boy yang mengendarai sepeda motor kabur ke arah Jalan Asrama, sementara Jodes yang berlari ke semak-semak kawasan Jalan Setia Luhur. Sedangkan Bembeng yang mendorong sepeda motor milik korban tak berhasil kabur. Bembeng pun kemudian diamankan dan sempat dihajar warga. Selanjutnya, Bembeng diserahkan kepada polisi.

Jodes yang kabur ke semak-semak dikejar petugas. Selanjutnya petugas melakukan penyisiran di rawa-rawa tersebut bersama warga. Upaya itupun nyaris sia-sia. Pasalnya, hampir dua jam lebih (07.00 WIB- 09.00 WIB) mencari, Jodes tak juga ditemukan.

Namun, sekira pukul 09.10 WIB, warga melihat Jodes keluar dari tempat persembunyiannya. Dia berlari ketakutan sembari berteriak ada ular kobra.

“Dia (Arodes) tiba-tiba keluar berlari dari semak-semak sambil berteriak ular Kobra. Katanya dia mau digigitnya,” ujar salah seorang petugas yang enggan dikorankan namanya.

Disaat berlari, rupanya Jodes membawa sebilah klewang. Petugas yang diberitahu warga langsung berusaha meringkusnya.

Tapi Jodes melawan dan berusaha melukai petugas. Merasa terancam dan takut pelaku kabur, petugas pun menembak betis kanannya hingga roboh. Tanpa membuang waktu, polisi kemudian menangkap dan memboyongnya. (fir/sdf)

Feeds