Cegah Banjir, Eldin Akan Perdalam Sungai Babura dan Bederah

Dzulmi Eldin meninjau lokasi banjir di Medan

Dzulmi Eldin meninjau lokasi banjir di Medan

POJOKSATU.id, MEDAN- Sungai Babura dan Sungai Bederah meluap, akibatnya sekitar 5 ribu warga di enam kecamatan, Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Baru, Medan Polonia dan Medan Selayang serta Medan Petisah terendam air. Maka itu hal ini perlu segera diatasi sebelum jatuh korban.

Berdasarkan data yang diperoleh, luapan air sungai terparah terjadi di Kecamatan Medan Johor, Medan Baru dan Medan Marelan. Di tiga kecamatan tersebut, warga terpaksa mengungsi karena ketinggian air mencapai 3 meter, terutama yang tempat tinggalnya berdekatan langsung dengan sungai.

Khusus di Kelurahan Kwala Bekala, proses evakuasi berlangsung mulai tengah malam sampai menjelang tengah hari. Bahkan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan dibantu masyarakat terus bahu membahu mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir di dalam rumah. Meski demikian sejauh ini belum ada laporan jatuhnya korban jiwa.

Di Kelurahan Kwala Bekala ini, banjir terparah terjadi di Lingkungan I, II dan III sehingga menyebabkan 515 KK atau 2.000 jiwa harus meninggalkan rumah. Warga yang mengungsi itu ditampung di empat lokasi yakni Masjid Muttaqin, Gg Permai, Gg Damai dan Gg Persatuan. Sedangkan luapan air sungai di Jalan Marelan VII, Kelurahan Tanah Enam Ratus ada sepanjang 4 kilometer, rumah warga di kanan dan kiri parit besar dihuni sekitar 1.500 jiwa terendam air.

Calon Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan turut prihatin kepada warga yang rumahnya terendam akibat meluapnya air Sungai Babura dan Sungai Bederah. Meluapnya kedua sungai itu sebenarnya bisa dicegah bila sungai tersebut diperdalam.

“Yang terjadi saat ini, intensitas air hujan tinggi sedangkan sungai tidak mampu menampung airnya. Akibatnya sungai meluap dan masuk ke drainase-drainase Kota Medan,” ucapnya.

Pasangan nomor urut 1 ini menegaskan, berdasarkan pengalaman yang dimiliki, dan pernah melakukan pengorekan sungai di dua tempat itu. Ternyata sungai bukan wewenangnya Pemerintah Kota Medan, melainkan tugasnya Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II di bawah kementerian langsung.

“Bila amanah datang ke pasangan BENAR, kami akan membuat Sungai Babura menjadi lebih besar. Saya akan perjuangkan agar BWSS II memperdalam di dua sungai tersebut,” katanya.

Eldin menambahkan, alasannya meminta BWSS II untuk mengorek bukan sekedar alasan belaka, melainkan fakta yang terjadi. Di Medan ada sejumlah sungai diantaranya Sungai Babura, Sungai Bederah, Sungai Denai, Sungai Deli dan beberapa sungai lainnya.

“Lihat dimana saja yang meluapnya sampai menggenangi rumah warga. Hanya di wilayah sungai yang dilintasi Sungai Bederah dan Babura kan. Inilah makanya saya langsung ambil kesimpulan, Sungai Babura harus dikorek karena sudah dangkal,” ucapnya.

Dia menyatakan, apa yang disampaikannya kepada khalayak ramai bukan satu dua kali saja, atau hanya cakap-cakap belaka. Namun sudah pernah disampaikan ke Kementerian Pekejaan Umum, janjinya dilakukan pada 2016.

“Insya Allah tahun 2016 sudah ada pengorekan akibat dangkalnya Sungai Babura. Mudah-mudahan setelah dikorek tidak lagi meluap sungai-sungai ini,” ujarnya didampingi Ketua Tim Koalisi Pemenangan BENAR, Syaf Lubis. (sdf)

Feeds