Dakwaan Belum Siap, Sidang Kadisperindag Medan Ditunda

Kadisperindag Medan, Ir Syahrizal Arif SH (tengah) tersangka dugaan korupsi Pasar Kapuas Belawan, saat dikawal dua pria seusai menjalani pemeriksaan lanjutan di Kejari Belawan beberapa waktu lalu. |File: sumutpos.co

Kadisperindag Medan, Ir Syahrizal Arif SH (tengah) tersangka dugaan
korupsi Pasar Kapuas Belawan.

POJOKSATU.id, MEDAN – Sidang perdana kasus perkara dugaan korupsi revitalisasi Pasar Kapuas Belawan dengan terdakwa Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian Perdagangan (Perindag) Pemerintah Kota Medan Syahrizal Arief batal. Sedianya agenda kemarin (20/10/2015) adalah mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ivan.

Pada sidang yang berlangsung di ruang Kartika gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dipimpin Majelis Hakim Ahmad Sayuti itu, JPU Ivan meminta penundaan pembacaan dakwaan dikarenakan dakwaan belum siap. Dia berdalih, penetapan sidang baru diterima hari ini.

“Kami baru menerima penmetapan dari PN Medan hari Selsa (20/10) dan harus bersidang hari ini juga,” katanya kepada wartawan usai sidang.

Pada sidang perkara dugaan korupsi revitalisasi Pasar Kapuas Belawan senilai Rp2,8 miliar bersumber dari APBN Pos Kementerian Perdagangan tahun 2012 itu, penasehat hukum terdakwa mengajukan permohonan penangguhan penahanan, yang mana selama ini terdakwa berstatus tahanan kota. Selanjutnya, majelis hakim memutuskan penundaan persidangan hingga pekan depan.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, OK Iskandar mengatakan, pengalihan status tahanan dikarena terdakwa telah mengembalikan kerugian negara atau menitipkan uang Rp900 juta dan kooperatif dalam menghadiri panggilan sidang.

OK juga menyebutkan,  kliennya saat masih menjabat Kadisperindag Medan aktif. Atas dasar itu pula pihaknya menjadikannya sebagai salah satu pertimbangan pengajuan permohonan pengalihan status tahanan yang diajukan kepada majelis hakim. “Klien kami masih aktif sebagai kepala dinas,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Syahrizal Arief ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi revitalisasi Pasar Kapuas Belawan senilai Rp2,8 miliar.  Syahrizal Arief sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diduga melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan Pejabat Pembuat Komitmen NS, Pengawas Proyek TA, PR serta TH selaku rekanan.

Penyidik menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam realisasi anggaran. Yakni nilai kerja dan real cost anggaran Rp2,8 miliar ternyata yang digunakan hanya Rp2,3 miliar.

Selain itu, dalam pengerjaan proyeknya tersebut, ditemukan lagi adanya penyimpangan spesifikasi proyek yang tak sesuai kontrak. Sehingga, jika semuanya ditotalkan maka ditemukan kerugian negara sebesar Rp750 juta. (sah/sdf)

Feeds