Perampok Mahasiswi Malaysia Bermodus Tukang Becak

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN-Pelaku perampokan terhadap tiga mahasiswi asal Malaysia ternyata bermodus penarik becak motor (betor). Pelaku diketahui bernisial MS (27), penduduk Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Satuan Reskrim Polresta Medan AKP Bayu Putra Samara mengatakan, pelaku ditangkap seminggu setelah korban melapor ke pihaknya, Senin (19/10/2015) dinihari. Dari keterangan korban, diketahui ciri-ciri pelaku dan becak motor yang dikemudikannya.

“Modus pelaku menyamar sebagai tukang becak motor, dia meminjam kendaraan milik abangnya. Selanjutnya, pelaku membawa korban ke tempat yang sepi dan kemudian menguras harta bendanya,” kata Bayu, Selasa (20/10/2015) petang.

Dikatakannya, dari pelaku disita barang bukti milik korban berupa kartu identitas, pisau untuk mengancam dan alat setrum. “Pengakuan pelaku baru sekali, tapi ternyata setelah didalami terlibat dalam kasus pencurian rumah. Pelaku juga merupakan mantan resedivis dalam kasus pencurian,” beber Bayu.

Ia menambahkan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus pelaku MS. Sebab, saat ini sedang dilakukan pengejaran terhadap rekan MS dalam kasus pencurian lainnya.

Sebelumnya, Nafanita Naidu (19) dan dua temannya berinisial A (19) dan I (19), mahasiswi asal Malaysia yang kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara (USU), menjadi korban perampokan.

Bahkan, disebut-sebut korban sempat disekap beberapa jam di kawasan Saentis, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, hingga akhirnya ditemukan warga sekitar.

Menurut keterangan yang diperoleh dari kepolisian, perampokan tersebut terjadi pada Minggu (12/10) dinihari hari. Awalnya, ketiga korban yang baru saja pulang nongkrong dari Merdeka Walk Medan hendak pulang ke tempat tinggalnya di kawasan Jalan Setiabudi, Residence Tasbih, Medan.

Ketiganya menumpangi becak motor yang dikendarai pelaku dari kawasan Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (11/10) tengah malam sekira pukul 23.00 WIB

Dalam perjalanan, korban yang tengah asyik mengobrol dengan logat Malaysia yang masih kental, dibawa pelaku MS ke kawasan Saentis, Percut Sei Tuan. Sesampainya di perkebunan kelapa sawit, Pondok Rowo, Saentis, ketiganya tersadar dan kebingungan.

Korban pun menanyakan kepada pelaku dimana posisinya berada. Namun, pelaku yang turun dari kendaraannya langsung menodongkan pisau ke arah Nafanita. Selanjutnya, pelaku mengancam akan membunuhnya jika berani melawan.

Kedua rekan korban yang melihatnya tak berani berbuat apa-apa, hingga akhirnya dibawa pelaku ke semak-semak dan disekap. Awalnya, korban sempat menolak menyerahkan barang berharganya. Namun, pelaku yang mengancam akan memperkosanya membuat korban takut dan pasrah.

Sebanyak tiga unit ponsel dan uang jutaan rupiah milik korban dirampas pelaku. Setelah itu, pelaku pergi dan meninggalkan tiga mahasisiwi asal Malaysia ini. Beruntung, korban ditemukan warga sekitar dan kemudian diserahkan kepada pihak Polresta Medan. (fir/sdf)

Feeds