Rektor University Of Sumatera Terancam 10 Tahun Penjara

 

Pemaparan barang bukti ijazah palsu dengan tersangka rektor University of Sumatera beberapa waktu lalu di Polresta Medan

Pemaparan barang bukti ijazah palsu dengan tersangka rektor University of Sumatera beberapa waktu lalu di Polresta Medan.

POJOKSATU.id, MEDAN – Sidang perdana kasus pengadaan ijazah tanpa proses perkuliahan untuk S1, S2 dan S3 atas nama Marsaid Yushar, 63 di Pengadilan Negeri Medan, digelar Selasa (20/10/2015). Dalam dakwaannya, rektor University of Sumatera tersebut terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mirza Erwinsyah mengatakan, atas perbuatannya, terdakwa dijerat dengan Pasal 93 UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pasal 67 ayat 1 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 71 UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. “Terdakwa diancam hukuman penjara 10 tahun,” katanya.

JPU Mirza menjelaskan, penangkapan terdakwa dilakukan lewat operasi tangkap tangan petugas dari Polresta Medan 25 Juni silam. Dalam kronologi yang dibacakannya, Seseorang bernama Sucipto mendatangi Marsaid di tempat yang disebutkan sebagai alamat kampus University of Sumatra di Jalan Gatot Subroto meminta bantuannya untuk membuat ijazah S2.

Menjawab permohonan tersebut, selanjutnya Marsaid meminta uang sebesar Rp40 juta. Sucipto mengaku tak punya uang sebanyak itu. Marsaid kemudian menguranginya menjadi Rp25 juta. Tetapi, pada sore hari usai pertemuan itu, Sucipto menerima pesan singkat (SMS) dari terdakwa yang mengatakan, ijazah S2 lengkap beserta thesis akan selesai dan langsung diberikan kalau memiliki uang Rp15 juta.

Sucipto selanjutnya menjumpai terdakwa di ruangan di sebuah kantor di KNPI/PGRI di Jalan Gatot Subroto. Setelah ijazah, thesis dan berkas-berkas lainnya diterima Sucipto, petugas dari Polresta langsung masuk ke ruangan tersebut dan langsung menangkap tangan terdakwa. (sah/sdf)

Feeds