Bos Gas Oplosan yang Tembak Anggotanya Diburu Polisi

Mantan karyawan gas oplosan terbaring di RS Pirngadi karena ditembak bosnya

Mantan karyawan gas oplosan terbaring di RS Pirngadi karena ditembak bosnya

POJOKSATU.id, MEDAN-Seorang pengusaha gas yang diduga oplosan, berinisial C, diburu petugas Polsek Medan Baru. Pasalnya, pengusaha gas yang memiliki gudang di Simpang Ladang Kelurahan Sekip, Medan Petisah ini menembak pekerjanya Yudha Swanda (30) hingga mengalami luka di bagian pelipis mata sebelah kanan.

Kepala Unit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adhi Putranto Utomo mengatakan, pihaknya masih mendalami lagi laporan pengaduan korban. Sejauh ini keterangan telah diambil oleh penyidik.

“Korban baru hari ini (kemarin, red) buat laporan ke kita dan sedang didalami. Selanjutnya, akan segera dilakukan pemanggilan terhadap terlapor. Bila nantinya terbukti tentunya akan kita proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Adhi, Kamis (22/10/2015).

Disinggung mengenai usaha gas terlapor yang diduga oplosan, Adhi menuturkan akan menindaklanjutinya. Namun, terlebih dahulu menuntaskan kasus dugaan penganiayaan yang dilaporkan korban.

“Satu-satu dulu, jika alat buktinya kuat pasti akan kita proses,” cetus Adhi.

Sebelumnya, Yudha Swanda penduduk Jalan Sempu, Sekip, Medan Petisah, terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD dr Pirngadi Medan. Pasalnya, Yudha yang dirawat selama tiga hari di ruang lantai IV RSUD dr Pirngadi Medan mengalami luka tembak pada pelipis mata kanannya. Yudha mengaku, luka yang dialaminya akibat ditembak air softgun oleh bos tempatnya bekerja

Peristiwa yang dialami Yudha terjadi pada Senin (19/10/2015) dinihari. Saat itu, dia sedang duduk bersama dua orang temannya, termasuk abang pelaku penembakan. Beberapa menit kemudian, pelaku berinisial C datang dengan menenteng air softgun sambil marah-marah.

Pria yang diduga pengusaha gas oplosan ini menanyakan uang Rp 9 juta kepada Yudha yang pernah dipakainya. “Dia marah-marah sambil menanyakan uang dia yang saya pakai. Terus, saya bilang belum ada. Tapi, dia langsung tembak saya dan kena pelipis mata kanan,” ungkap korban.

Usai sekali menembak, pelaku hendak melepaskan peluru mimis dari air softgun itu. Namun, korban langsung menepisnya dan kabur keluar gudang.

“Keluarga saya sudah melapor ke Polsek Medan Baru. Namun, laporannya belum diterima. Abang saya yang melaporkan tapi tidak diterima. Katanya, dibola-bola gitu dan saya belum tahu alasannya kenapa,” sebut Yudha.‬

Menurutnya, diduga kuat alasan pelaku menembak dirinya karena takut usaha gas oplosan itu dibocorkan. Pasalnya, ia sudah tak ingin lagi bekerja.

“Pelaku sudah menjalani usaha gas oplosan sekitar 2 tahun lebih. Di gudang tersebut, gas 3 Kg dioplos ke tabung 12 Kg dan 50 Kg. Pekerjanya ada sekitar delapan orang. Dulu saya pernah bekerja sama dia selama 6 bulan. Saya orang kepercayaan dia,” ungkap Yudha sembari mengatakan, gudang oplosan pelaku bukan hanya di Simpang Gudang.‬

Yudha juga mengaku, dirinya hendak berhenti dari pekerjaannya lantaran tak ingin berurusan dengan polisi. Sebab, usaha gas di tempatnya bekerja diduga kuat menyalahi aturan.

“Saya berharap polisi segera menangkap pelaku dan merazia gudang oplosan gas tersebut. Kabarnya, dia juga sering memberi uang kepada polisi, makanya gudang itu tidak pernah digerebek,” cetusnya. (fir/sdf)

Feeds