Kasihan, Petugas Pet Shop di Glugur Siksa Anjing sampai Mati

Iklan permohonan maaf atas kematian anjing milik pelanggan Goober Pet Shop

Iklan permohonan maaf atas kematian anjing milik pelanggan Goober Pet Shop

POJOKSATU.id, MEDAN- Novelita geram bukan kepalang. Anjing kesayangannya bernama Bone Bone (Bone2), mati justru saat dilakukan perawatan di Gober Pet Shop, salah satu pet shop ternama di Medan. Ironisnya, kematian anjing yang sudah bersamanya lima tahun itu, diduga akibat penganiayaan yang dilakukan salah seorang pegawai salon kecantikan anjing tersebut.

Tidak terima atas kematian anjing kesayangannya, Novel, panggilan akrab Nevelita, menuntut pengelola pet shop untuk meminta maaf.

Iklan permintaan maaf tersebut memang kemudian dipenuhi pemilik Gober Petshop. Iklan itu terbit di Harian Analisa Medan pada 19 Oktober 2015 lalu. Masalahnya, bukan karena ukuran iklan permintaan maaf tak sesuai perjanjian (full page color), yang membuat Novel kesal. Tapi, kata Novel, pengakuan tidak jujur pihak pengelola pet shop di iklan yang berukuran 8×8 cm seharga Rp 1,6 juta itu.

Di iklan itu, Supratman, Pimpinan Gober Petshop mengakui adanya kelalaian pegawainya bernama Banjir/Abdul Bahari. Namun Supratman tidak mengakui kematian Bone2 akibat dianiaya, melainkan karena jatuh.

“Kami dari pihak pemilik anjing yang menjadi korban, tidak menuntut ganti rugi berupa anjing ataupun materi dan uang. Kami hanya ingin pihak Gober Pet Shop menerbitkan permohonan maaf kepada kami di koran Analisa Medan. Kami anggap itu sebagai pelajaran, agar sebagai pengelola petshop lebih waspada sehingga tidak ada lagi, kelalaian seperti ini,” tuturnya.

Menurut Novel, kematian anjing kesayangannya itu tidak akan memengaruhi bisnis Gober Pet Shop. “Tidak akan rugi kalau berkurang 1 pelanggan seperti saya. Saya cuma berharap untuk ke depannya, jangan ada lagi korban-korban yang lain. Kalau begini terus, kredibilitas Gober Pet Shop pun akan diragukan,” ujarnya.

Adapun kronologi peristiwa itu adalah karean tak puas dengan cara pihak Gober Pet Shop meminta maaf, kakak Bella, kakak Novel, lantas membeberkan peristiwa kematian anjingnya tersebut jejaring sosial facebook, miliknya. Bella mengaku sebelumnya sudah membuat testimoni ini di salah satu forum pecinta anjing di Medan.

“Namun forum itu menghapus semua postingan cerita based on true story kami. Kami tidak tau apa modusnya,” ujarnya.

Menurut Novel, peristiwa kematian Bone2 bermula saat dia membawa tiga ekor anjingnya, (2 betina, 1 jantan) ke Gober Pet Shop di Jalan Glugur, Kecataman Medan Petisah, Medan pada Rabu (14/10/2015), sekitar pukul 13.00 WIB. Tujuannya untuk melakukan perawatan, yaitu pangkas bulu dan grooming pada ketiga anjingnya.

Setelah bertemu dengan pegawai pet shop, Novel dan ibunya diminta datang lagi pukul tiga sore. Tak lupa, Novel meninggalkan nomor ponsel agar ketika anjing-anjing selesai, petugas dapat segera menghubunginya.

“Saya datang lagi ke sana sekitar pukul empat sore, karena terjebak macet. Ketika tiba, saya lansung masuk ke tempat grooming. 2 ekor anjing betina saya sudah girang melihat saya. Namun anjing jantan saya, Bone2 sudah terkulai lemas, gemetar hebat. Dan ketika saya gendong, bahkan kepalanya tidak dapat ditegakkan. Daun telinga sebelah dalam membiru,” tulis Novel dalam kronologis kematian anjingnya.

Saat itu, kata Novel, kesadaran anjingnya sangat lemah. Sehingga tidak dapat mendengar ketika dia panggil nama anjingnya. “Saya bingung, karena ketika datang, ketiga ekor anjing saya sehat, ceria bahkan bisa berlari-lari di area parkir petshop,” tuturnya.

Melihat Bone2 gemetaran hebat, Novel menduga ada yang melakukan kekerasan kepadanya. “Karena saya paham betul watak Bone2. Dia sama sekali tidak bisa digertak, apalagi dipukul,” jelasnya.

Kecurigaan Novel muncul, karena saat menggendong anjingnya, pegawai yang bertugas untuk memangkas bulu dan grooming anjingnya, bertanya apakah anjingnya itu divaksin. “Karena setahu saya, selama ini Bone2 tidak pernah sekalipun menggigit orang. Saya bertanya lagi, abang yakin yang gigit adalah Bone2?” Dia bilang iya.”

Novel mengaku heran apa yang dilakukan pegawai itu, sehingga Bone sampai menggigitnya. Dia sempat bertanya, apakah pegawai itu melakukan pemukulan hingga anjingnya sampai menggigit.

“Pegawai itu membantah. Hanya pukul-pukul gemas (pelan-pelan saja). Dia bilang anjing saya kepanasan, stress dan lasak. Dia malah bilang, tidak sempat memandikan Bone2, karena sudah terlanjur lemas.”

Namun Novel masih belum percaya. Apalagi tak lama kemudian, kesadaran anjing semakin lemah. Bukan hanya itu, saat digendong, Bone2 sempat pup (BAB) dan mengeluarkan cairan (mencret).

“Kami pun membersihkan pupnya. Ketika mengelap dubur Bone2, ternyata berdarah. Setelah itu, dia keluarkan adalah pup bercampur darah. Dan semakin banyak darah,” kenang Novel.

Panik bercampur heran, Novel mencoba agar anjingnya itu dirawat oleh dokter di Gober Pet Shop tersebut. Karena dokternya tidak ada, Novel lantas pergi ke praktik dokter hewan langganannya. Dan ternyata tutup karena bertepatan hari libur nasional.

“Saya makin panik, kemudian menelpon kakak saya untuk minta nomor telepon dokter hewan lain. Saat dalam perjalanan menuju ke sana, Bone2 sudah tak bernafas lagi. Saya sedih, bingung dan bertanya-tanya. Kenapa anjing saya sampai mati begini,” tuturnya.

Demi menuntaskan rasa penasaran atas kematian anjingnya, Novel berinisiatif kembali ke Gober Pet Shop. Dia meminta pihak petshop memutar CCTV untuk mencari tahu penyebab kematian anjingnya. Namun rekaman CCTV tersebut baru bisa dilihat keesokan harinya.

Betapa terkejutnya Novel, karena anjingnya tersebut mati akibat menerima penganiayaan yang dilakukan pegawai petshop tersebut.

Dari rekaman CCTV yang diputar pimpinan Gober Pethsop ketahuan, jika anjingnya itu mendapat perlakukan yang tidak sepantasnya. Novel sempat menangis saat mengetahui bagaimana perlakuan yang diterima anjing kesayangannya itu.

“Saat itu Bone2 yang terakhir dipangkas. Terlihat jelas cara pegawai mengangkat Bone Bone dari kandang, ke meja cukur dengan cara mengangkat 1 kaki kiri depannya saja. Padahal Bone2 adalah anjing yang cukup gemuk. Berat badannya 7 Kg. Apakah wajar anjing dengan berat badan 7 Kg diangkat hanya dengan memegang 1 kaki kiri depannya?” ujar Novel menceritakan hasil rekaman CCTV.

Novel menduga kaki anjingnya itu sudah patah saat dibawa ke meja cukur.

“Saya tidak tahu, mungkin terkilir, atau mungkin patah, sebab dia tidak bisa duduk dengan baik. Kebanyakan hanya telungkup dan tengkurap selama proses pencukuran,” ujarnya.

Proses pencukuran selama lebih kurang 45 menit. Setelah pencukuran selesai, terlihat pegawai tadi memandikan anjingnya. (Sebelumnya pegawai itu mengaku gak sempat memandikan).

“Selesai mandi, Bone2 diblow dan diletakkan di kandang. Saat itu Bone2 terlihat tidak nyaman dan kesakitan. Duduk pun tidak tenang. Tidak bisa berdiri dan berjalan, hanya ngesot-ngesot berputar-putar.”

Rekaman CCTV itu juga memperlihatkan kalau anjingnya sempat menggigit tangan pegawai itu. Namun menurut Novel, saat itu Bone2 sepertinya terlihat kesakitan saat pegawai tersebut hendak melakukan sisip bulu, sehingga terjadilah gigitan itu.

Sesaat setelah menggigit, kata Novel, anjingnya itu sempat jatuh dari meja. Saat jatuhpun dia hanya terbaring dan berguling.

“Setelah diangkat ke meja, posisi Bone2 adalah telungkup, seperti tidur dengan alas perut, bukan kaki. Saya benar-benar terkejut melihat apa yang dilakukan si pegawai itu kepada anjing saya. Dia memukul bagian bokong Bone2 dengan kuat. Lalu memukul kepala Bone2. Saat itulah saya emosi dan memarahinya.”

“Begini yang kamu sebut pukul-pukul gemas? Saya pelihara dia 5 tahun, seberapa bandelnya pun tidak pernah sekalipun saya pukul dia dengan tenaga begitu,” katanya kepada pegawai yang menurut Novel sudah bekerja puluhan tahun di petshop itu.

Menurut Novel, jika melihat cara pemukulannya, tidak heran kenapa Bone2 sampai lemas dan gemetaran hebat.

“Terjawab sudah kenapa sampai dia bisa pup darah. Saat bokongnya dipukul dengan kuat dengan posisi duduk Bone2 begitu, saya rasa ada cedera dalam perut,” ungkapnya.

Setelah selesai memukul, pegawai tadi melanjutkan sisip dengan kondisi anjingnya yang sudah totally ketakutan, kesakitan dan lemas. Setelah selesai, Bone2 dipindahkan ke kandang, tidak lama kemudian, dia datang menjemput.

“Setelah menonton rekaman CCTV barulah terjawab semua pertanyaan saya,” ujarnya. [Baca Juga: Siksa Anjing sampai Mati, Pemilik Petshop Diseret ke Pengadilan]

Menurut Novel, dia terpaksa menceritakan hal ini lantaran pihak Gober Pet Shop tidak menepati janji.

“Terlebih lagi hanya mempost permintaan maaf karena “TERJATUH”.. LOGIKAkaH itu!!! BIARLAH TUHAN YG MEMBALAS SEMUA!” pungkas Novel di akhir testimoninya.

Berikut link beritanya http://edisimedan.com/anjing-mati-saat-grooming-gober-pet-shop-medan-dituntut-minta-maaf/

(sdf)

Feeds