Penarik Becak Alih Profesi, Ditangkap Polisi

Kapolsek Helvetia Kompol Ronni Bonic (kiri ujung) bersama Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru (kanan ujung) menunjukkan barang bukti 14 Kg ganja. |Foto: fir/pojoksatu.id

Kapolsek Helvetia Kompol Ronni Bonic (kiri ujung) bersama Kanit Reskrim AKP Hendrik Temaluru (kanan ujung) menunjukkan barang bukti 14 Kg ganja. |Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Kecilnya penghasilan sebagai penarik becak motor membuat Amri Tanjung alias Kibo (45), warga Jalan Jawa Gang Pelangi, Medan Helvetia, nekat menjadi bandar ganja. Sebab, penghasilannya sebagai penarik betor tak mencukupi memenuhi kebutuhan hidup istri dan kedua anaknya.

Namun, bisnis haramnya tersebut terendus polisi. Akibatnya, bapak dua anak ini ditangkap petugas Polsek Medan Helvetia dari rumahnya Rabu (21/10/2015) kemarin.

Menurut pengakuan Amri yang dihadirkan di halaman kantor Polsek Medan Helvetia Kamis (22/10/2015, menjadi bandar ganja telah dijalaninya sejak enam bulan terakhir. Ganja tersebut dipasok dari seorang temannya bernama Ucok asal Aceh.

Amri mengaku, barang haram tersebut biasa dijual di lingkungan sekitar rumahnya. Namun terkadang, dijual juga kepada orang diluar tempat tinggalnya.

“Setiap 1 Kg ganja aku jual Rp 1,3 juta dan aku dapat untung Rp 500 ribu. Kalau narik becak enggak sampai segitu, paling-paling sehari cuma Rp 100 ribu,” tuturnya.

Diutarakan Amri, uang hasil bisnis ganjanya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. “Mau gimana lagi, anakku dua dan yang satu sudah SD. Kalau cuma narik becak mana cukup, makanya terpaksa aku kek gini,” cetusnya yang kemudian digiring petugas ke dalam sel tahanan.

Sebelumnya, Polsek Medan Helvetia mengamakan 14 Kg paket ganja kering siap edar. Ganja asal Aceh tersebut disita dari Rudi alias Lelek (37), penduduk Jalan Sei Mencirim Desa Medan Krio Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Amri Tanjung Alias Kibo (45) warga Jalan Jawa Gang Pelangi, Kecamatan Medan Helvetia. Dari keduanya disita masing-masing 7 Kg ganja kering.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic mengungkapkan, Rudi diciduk saat bertransaksi dengan pihaknya dan seorang anggota Dentasemen Intelejen Kodam I Bukit Barisan di SPBU Jalan Klambir V Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia, Minggu (18/10/2015) lalu. Sedangkan Amri ditangkap dari rumahnya, Rabu (21/10/2015) lalu.

“Tersangka Rudi mengaku mendapat ganja tersebut dari temannya bernama Jhon (33), warga Desa Pulau Sungai, Kecamatan Pangkalan Siata, Aceh Timur. Sedangkan Amri diperoleh dari Ucok asal Aceh,” jelas mantan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ini.

Bonic mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap kedua bandar ganja yang memasok ke Kota Medan. “Kasusnya masih kita kembangkan terus untuk menangkap bandar dan jaringan lainnya,” cetusnya. (fir/sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …