Takut Dibocorkan, Pengusaha Gas Oplosan Tembak Pekerjanya

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN-Yudha Swanda (30) penduduk Jalan Sempu Kelurahan Sekip, Medan Petisah, terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD dr Pirngadi Medan. Hingga Rabu (21/10/2015), Yudha masih dirawat di ruang lantai IV rumah sakit milik Pemko Medan ini karena mengalami luka tembak pada pelipis kanannya.

Yudha mengalami luka tembak air softgun diduga dilakukan bos tempat bekerjanya, yang disebut-sebut sebagai pengusaha gas oplosan di Simpang Ladang, Sekip, Medan Petisah.

Berdasarkan penuturan Yudha, peristiwa yang dialaminya terjadi pada Senin (19/10/2015) dinihari. Saat itu, dia sedang duduk bersama dua orang temannya, termasuk abang pelaku penembakan. Beberapa menit kemudian, pelaku berinisial C datang dengan menenteng air softgun sambil marah-marah.

Pria yang diduga pengusaha gas oplosan ini menanyakan uang Rp 9 juta kepada Yudha yang pernah dipakainya. “Dia marah-marah sambil menanyakan uang dia yang saya pakai. Terus, saya bilang belum ada. Tapi, dia langsung tembak saya dan kena pelipis mata kanan,” ungkap korban.

Usai sekali menembak, pelaku hendak melepaskan peluru mimis dari air softgun itu. Namun, korban langsung menepisnya dan kabur keluar gudang.

“Keluarga saya sudah melapor ke Polsek Medan Baru. Namun, laporannya belum diterima. Abang saya yang melaporkan tapi tidak diterima. Katanya, dibola-bola gitu dan saya belum tahu alasannya kenapa,” sebut Yudha.‬

Menurutnya, diduga kuat alasan pelaku menembak dirinya karena takut usaha gas oplosan itu dibocorkan. Pasalnya, ia sudah tak ingin lagi bekerja.

“Pelaku sudah menjalani usaha gas oplosan sekitar 2 tahun lebih. Di gudang tersebut, gas 3 Kg dioplos ke tabung 12 Kg dan 50 Kg. Pekerjanya ada sekitar delapan orang. Dulu saya pernah bekerja sama dia selama 6 bulan. Saya orang kepercayaan dia,” ungkap Yudha sembari mengatakan, gudang oplosan pelaku bukan hanya di Simpang Gudang.‬

Yudha mengaku, dirinya hendak berhenti dari pekerjaannya lantaran tak ingin berurusan dengan polisi. Sebab, usaha gas di tempatnya bekerja diduga kuat menyalahi aturan.

“Saya berharap polisi segera menangkap pelaku dan merazia gudang oplosan gas tersebut. Kabarnya, dia juga sering memberi uang kepada polisi, makanya gudang itu tidak pernah digerebek,” cetusnya. (fir/sdf)

Feeds