SBY dan Artis Pernah Makan Durian Ucok

Mantan Presiden RI SBY bersama rombongan menikmati durian Ucok

Mantan Presiden RI SBY bersama rombongan menikmati durian Ucok

POJOKSATU.id, MEDAN- Ucok mengatakan, untuk membesarkan bisnis yang sekarang ini diperlukan perjuangan dan pengorbanan. Ia menggeluti bisnis durian ini sejak masih duduk di bangku SMP. Saat itu, kondisi keluarganya yang pas-pasan membuatnya dengan terpaksa meninggalkan bangku sekolah dan memilih menjadi buruh angkut durian.

“Saya mulai terjun bisnis ini sejak umur 15 tahun. Karena enggak ada kerja, saya hanya ikut-ikut atau bekerja sama orang yang jual durian di Iskandar Muda. Tetapi, bermodal keyakinan yang kuat, percaya diri, tekun dan kerja keras, ya jadilah seperti sekarang ini dan sudah 32 tahun,” ulasnya.

Bapak tiga anak ini melanjutkan, setelah ikut bekerja dengan orang selama kurang lebih 8 tahun, ia memutuskan membuka usaha sendiri di Jalan Iskandar Muda. Sewaktu merintis usahanya, tak dipandang orang. Namun, seiring berjalannya waktu dan dengan kegigihan usaha duriannya pun maju. Ada sekitar 22 orang yang dipekerjakannya.

“Durian ini membawa berkah bagi hidup saya. Gara-gara durian saya dikenal sama Pak SBY mantan Presiden, pejabat, artis dan lainnya,” kata Ucok.

Dikatakannya, usaha durian miliknya di pinggir Jalan Iskandar Muda sudah menginjak usia 24 tahun dan sampai saat ini masih berjalan. Sedangkan kedai durian di Jalan KH Wahid Hasyim/ Sei Wampu baru dua tahun belakangan.

Disebutkan Ucok, modal awal usahanya hanya mencapai Rp1,7 juta. Dari modal tersebut ia pun mengadu nasib membuka lapak emperan (kaki lima) dengan nama Ucok Durian. Kini, ia bisa meraup untung perhari berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta.

“Sedih memang modalnya cuma sedikit, itupun sebagian pinjam dari keluarga. Lalu, saya berangkat membeli durian ke kampung. Saya sempat diejek pasti tidak akan balik lagi untuk belanja durian. Tetapi, saya bertekad dan menjadikan motivasi. Terpenting, jangan kecewakan pembeli,” imbuhnya.

Ia menceritakan, nama Ucok Durian merupakan panggilan akrab masa remajanya karena sering bergelut dengan durian.

“Meskipun asal Padang, saya dipanggil kawan-kawan Ucok. Karena kebetulan banyak nama Ucok dan saya kerja di usaha durian jadi dipanggil Ucok Durian. Lalu, setelah membuka usaha sendiri saya beri nama Ucok Durian,” bebernya.

Dalam perjalanan membesarkan bisnis duriannya ini, sambung Ucok,  sempat dibilang tak ‘wajar’. Sebab, setelah memiliki usaha sendiri ia nekat membuka kedai duriannya selama 24 jam.

“Sempat juga sampai ke telinga saya dibilang orang gila karena buka usaha selama 24 jam. Tetapi, saya tak menghiraukan dan malah memotivasi karena saya yakin pasti akan laku juga,” tukasnya.

Ditambahkan Ucok, kendati usahanya telah maju dirinya tetap turun langsung melayani pembeli. Karena, untuk menentukan durian itu bagus atau tidak rasanya tidak sembarangan orang bisa.

“Walau usaha saya sudah cukup maju, saya tetap melayani pembeli dan mengutamakan keramahan,” tuturnya.

Ia pun berharap akan terus mengembangkan bisnisnya. Namun, untuk membuka cabang diluar Medan belum berminat. “Rencana buka cabang untuk diluar kota belum ada, karena buka usaha durian tidaklah mudah. Sebab, memilih durian berkualitas butuh pengalaman yang tak dimiliki sembarangan orang,” pungkasnya. (fir/sdf)

Feeds