Mau Kuliah di Jepang, Segini Uang Kuliahnya

Para pelajar sedang mendengarkan penjelasan seorang petugas perihal yang berhubungan dengan studi di Jepang pada pameran pendidikan Jepang di Hotel JW Marriott Medan, Sabtu (24/10/2015). | Foto: sah/pojoksatu.id

Para pelajar mendengarkan penjelasan petugas perihal studi di Jepang pada pameran pendidikan Jepang di Hotel JW Marriott Medan, Sabtu (24/10/2015). | Foto: sah/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN- Minat warga Kota Medan dan kota lainnya untuk berkuliah di Jepang sebenarnya cukup tinggi. Namun faktor tingginya uang kuliah di Negeri Sakura itu menjadi masalah tersendiri.

Hal itu dijelaskan Noriko Nishikawa, EO even pameran pendidikan Jepang di JW Marriot Medan kemarin (24/10/2015).

Menurut Noriko, minat mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Jepang cukup tinggi. Kebanyakan menyukai sekolah bahasa. Untuk menampung minat tersebut, pihak Jepang sudah banyak menggelar pameran serupa di seluruh Indonesia. Sementara untuk Medan sendiri menurut Noriko, pameran ini sudah tiga kali digelar sejak 2012.

Pada pameran kedua pada Maret 2015 lalu, ada 13 sekolah dari Jepang yang ikut pameran. Sementara saat ini, kendati hanya ada enam universitas, namun merupakan unggulan dan berkualitas. Dari enam itu, satu sekolah fashion dan sisanya sekolah bahasa.

“Orang Medan yang kuliah baru sepuluh orang. Namun tahun ini kami targetkan sebanyak-banyaknya,” kata Noriko.

Kendala utama menurutnya terjadi karena masalah biaya yang tinggi. Untuk kuliah di Jepang minimal Rp100 juta uang kuliah dan asrama, belum termasuk makan dan biaya lain. Tapi kuliah disana bisa langsung kerja dengan gaji minimal Rp10 juta tiap bulan.

“Besarnya uang kuliah tergantung kotanya. Kalau Tokyo biasanya lebih mahal mencapai Rp130 juta. Tapi rata-rata seratus juta rupiah. Tapi ada juga sekolah yang menyediakan beasiswa,” ungkapnya.

Konsul Jenderal Jepang di Medan Hirofumi Mirikawa mengakui, informasi terkait pendidikan di Jepang masih sangat terbatas sehingga dengan adanya pendidikan Jepang ini diharapkan dapat terjalin hubungan dengan para pelajar berprestasi dari Indonesia secara terus menerus.

Pada pameran itu, jelas Morikawa, juga ada beberapa acara kebudayaan Jepang seperti demonstrasi upacara minum teh Jepang yang dibawakan langsung Nishikawa Noriko. Ada juga photo Yukata Corner dari Konsulat Jenderal Jepang di Medan.

Juga pertunjukan tarian Yosakoi yang dibawakan pelajar SMA di Medan. “Saya selalu menanti kehadiran warga Indonesia ke kantor saya baik sendirian maupun beramai-ramai dengan tujuan mendatangkan visa studi di Jepang,” katanya.

Sementara, Staf konsulat Jepang, Khadijah Umeda menyebutkan, total orang Indonesia yang kuliah di Jepang sekarang mencapai 2.700-an. (sah/sdf)

Feeds