Hati-hati Naik Angkot di Medan

image

Komplotan supir angkot merangkap rampok di kursi pesakitan PN Medan. Foto: sah/pojoksatu.id

POJOKSATU.id,MEDAN – Para penumpang angkutan kota (angkot) diharapkan lebih berhati-hati saat memilih angkot.

Pasalnya, Senin (26/10/2015) Pengadilan Negeri (PN) Medan menggelar sidang perdana perampokan komplotan oknum supir Mitra 30 terhadap penumpangnya dengan tiga terdakwa Asanul Aslam Lubis, 27, Irma Mustika Chaniago ,19, dan Lambok Pardede, 35.

Sidang yang diketuai Paujul Hamdani itu menghadirkan kedua korban yakni sepasang kekasih, Hendra 22 dan Sartika, 21 Mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di kota Medan. Dari keterangan korban, mereka “dipaksa” naik Irma Mustika, kondektur angkot tersebut.

” Saya dipaksa naik pak hakim. Dia sebelumnya bertanya kami mau ke mana, dan menyuruh kami naik saja,” ujar Sartika Simamora.

Saat di dalam angkot, Sartika mengatakan, ada dua orang yang mengapit mereka  Masing- masing dua di kanan dan dua di kiri tempat duduk angkot menyamping tersebut.

“ Kami di ancam dengan benda tajam dan dipaksa menyerahkan uang, dompet dan handphone kami pada saat itu angkot melaju kencang pak hakim,” ujar korban

Mendengar kesaksian korban itu, hakim menanyakan kepada ketiga terdakwa, apakah perampokan sudah direncanakan sebelumnya.

“Ya pak, kami sudah rencakan sebelumnya dan sudah merancang semua nya dengan baik siapa saja yang punya tugas nya. Dan kami akan bagi hasil setelah dapat hasil rampokan kami,” ujar Lambok.

Usai mendengarkan keterangan korban dan terdakwa, hakim menunda sidang hingga minggu depan dengan agenda tuntutan.

Sebelumnya, ketiga terdakwa perampokan dalam angkot dihajar massa hingga babak belur dan nyawa ketiganya selamat setelah petugas Polsek Medan Kota yang sedang melakukan patroli mengamankan mereka, lalu memboyongnya ke komando.

Kapolsek Medan Kota Kompol Ronald Sipayung melalui Kanit Reskrim AKP Azharudin kepada wartawan mengatakan, pelaku berjumlah enam orang, seorang diantaranya wanita.

Bersama mereka diamankan angkot Mitra untuk beraksi, jurusan Terminal Amplas-Belawan, sementara tiga pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya termasuk otak pelaku berhasil melarikan diri.

Mereka sudah merencanakan perampokan untuk membayar uang setoran angkot Mitra yang mereka sewa. Strateginya, mereka menyuruh seorang wanita yang merupakan komplotannya duduk di bangku depan, sedangkan empat pelaku duduk di belakang menyaru seperti penumpang.

Sementara Sartika mengatakan, atas kejadian tersebut dia kehilangan satu unit handphone berjenis i-phone 4s dan dompet. Namun dompet miliknya akhirnya ditemukan dan dijadikan barang bukti. (sah/sdf)

Feeds