Pembunuh Kau, Mati Kau Pantasnya…

image

Terdakwa pembunuh balita divonis 12 tahun di PN Medan. Foto: sah/pojoksatu.id

POJOKSATU.id,MEDAN- Suasana ruang sidang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan mendadak heboh usai majelis hakim yang diketuai Gerchat Pasaribu mengetuk palu usai menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara dan dengan Rp1 miliar kepada Timeria Waruwu, pembunuh Keiza Natalia, 2, balita yang diasuhnya, Senin (26/10/2015)

Keluarga korban yang mengikuti sidang pembacaan putusan tersebut mendadak histeris dengan keputusan tersebut dengan memaki-maki terpidana tersebut.
Kemarahan keluarga semakin memuncak saat Timeria dibawa kembali masuk ke ruang tahanan tunggu PN Medan oleh beberapa petugas dengan berlari, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Bahkan, kendati tidak lagi melihat sosok Timeria, sanak keluarga terus memaki-maki. Beberapa terdakwa yang menanti di ruang tahanan tunggu PN Medan tersebut sempat membalas teriakan keluarga korban lantaran merasa terusik, namun tidak diindahkan.

“Pembunuh kau, hukuman 12 tahun penjara tidak pantas kau terima. Mati anak orang kau bunuh. Sini, kau mati kau pantasnya. Ini, ada permainan jaksa di kasus ini,” teriak keluarga korban mengejar terdakwa dan kemudian jatuh pingsan.

Salah seorang sanak keluarga lainnya mengatakan, akibat dari pembunuhan yang dilakukan Timeria, Simon Petrus Simanjuntak dan Erniati Boru Ginting, ayah dan ibu dari Keiza Natalia tidak lagi punya anak. Mereka juga tidak lagi bisa punya anak.

Ayah korban, Petrus Simanjutak menyatakan sangat kecewa karena anak satu- satunya sudah meninggal. Namun, hukuman hanya 12 tahun.
”Saya selaku ayah korban sangat kecewa dengan putusan ini, kami akan ajukan banding nantinya,” ujarnya

Hakim Gerchat Pasaribu yang membaca putusan tersebut menyatakan terdakwa terbukti bersalah dan menjeratnya dengan dengan Terdakwa dikenakan pasal 80 ayat 3 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Terdakwa divonis dengan hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 M dengan subsider 3 bulan penjara”, ujar majelis hakim.

Sebelumnya terdakwa dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arta dan Joice Sinaga yang menuntut terdakwa dengan 15 tahun penjara, denda Rp 1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan.

Di dalam pertimbangannya, jaksa menyatakan terdakwa sengaja menghilangkan nyawa korban dengan cara menutupkan selimut ke bagian wajah korban selama beberapa saat, kemudian setelah korban tak bernyawa terdakwa membawanya keluar dan berpura-pura minta tolong.

Sidang kasus pembunuhan oleh Timeria Boru Waruwu alias Ria (18), warga Desa Pertibi Lama, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, terhadap anak majikannya tempat dia bekerja, yang membunuh balita Keiza Natanaila (2).

Diketahui, dalam tempo tiga jam petugas Unit Reskrim Polsek Delitua berhasil mengungkap kasus pembunuhan balita, Kezia Nataniella Boru Simanjuntak usia 2 tahun 4 bulan, Rabu (22/4) sekita pukul 16.00 WiB.

Bayi pasangan dari Simon Petrus Simanjuntak dengan Erniati Boru Ginting warga Jalan Djamin Ginting Gang Saudara No 3 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor tersebut tewas dibunuh oleh pembantunya sendiri.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut, Joice F Sinaga mengatakan, atas keputusan tersebut, mereka akan lebih dulu melapor pada pimpinan terkait langkah apa yang harus dilakukan atas keputusan tersebut.

“Yang kami tuntut itu maksimal karena merasa itu sudah yang paling adil karena korban anak kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa. Orang tua kehilangan karena anak satu-satunya yang lama ditunggu kelahirannya dan orang tua tidak bisa punya anak lagi,” ungkapnya.
Menurutnya, terdakwa yang sudah dipercayakan dan harus menjaga korban justru membuat korban meninggal dunia.

“Putusan ini tidak sama dengan apa yang kami tuntut, tapi penegak hukum punya pertimbangan masing-masing,” pungkas Joice.(sah/sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …