Gara-gara Proyek, Rumah Bupati Aceh Tamiang di Sei Kapuas, Diteror OTK

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, MEDAN-Disebut-sebut karena masalah proyek, rumah Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati yang berada di Jalan Sei Kapuas, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, diteror oleh orang tak dikenal (OTK) pada, Minggu (25/10/2015) siang lalu.

Merasa membahayakan keselamatan, Hamdan Sati pun melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Sunggal, Selasa (27/10/2015).

Menurut informasi dihimpun dari kepolisian menyebutkan, aksi teror yang menakutkan Bupati Aceh Tamiang ini bermula saat belasan pria menggunakan 4 mobil pribadi mendatangi kediamannya tersebut.

Sampai di rumahnya, beberapa pria yang tidak dikenalnya itu, langsung meneror keluarganya saat berada di dalam rumah.

“Saya teman pak Bupati. Pada saat itu, rumahnya didatangi belasan pria-pria. Dia (Hamdan) menelpon saya karena rumah saya masih di kawasan dekat rumahnya. Lalu, saya datang ke rumahnya. Disitu sempat terjadi ketegangan antara saya dengan salah satu pria itu (OTK). Mereka mendesak untuk bertemu dengan pak Bupati. Padahal, sudah saya bilang pak Bupati sedang berada di Jakarta,” kata AKP Zul Idrus, rekan korban yang merupakan mantan anggota Brimob Tebing Tinggi.

Merasa permintaannya tak digubris, para pria itu selanjutnya mencoba menerobos masuk ke dalam rumah sang bupati itu.

“Salah satu pria dari mereka juga mengaku-ngaku adiknya si Nazarudin yang ditangkap KPK itu kasus Hambalang. Tak cuma itu, dia (OTK) yang saya lupa namanya juga mengaku sebagai anggota Sofyan Daud mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM),” kata Zul lagi.

Karena kalah jumlah, Zul pun menghubungi teman-temannya dari Resmob Polda Sumut untuk mengusir para peneror itu melalui seluler.

“Sudah saya tanya apa maksud dan tujuan mereka datang (OTK), katanya mau menanyakan Proyek Pembangunan jalan di Aceh yang diberikan Pemerintah Pusat kepada pak Bupati senilai Rp 80 miliar. Mereka mau minta bagian proyek itu, kan sudah gila. Padahal, kenyataannya pak Bupati tak tahu menahu soal proyek itu,” ujarnya mengkisahkan.

Tak berlangsung lama, pasukan anggota Resmob pun tiba di rumah pupati itu. Melihat pasukan berbadan tegap datang, akhirnya para peneror itu pergi meninggalkan lokasi.

“Tau anggota Resmob datang, langsung pergi orang itu. Terus yang anehnya lagi, mereka ini terkesan memeras pak Bupati. Mereka minta uang sebesar Rp 30 miliar. Semua ada buktinya di handphone pak Bupati,” ungkapnya.

Disinggung mengenai keberadaan Bupati Aceh Tamiang, Zul menyebut sedang ada tugas diluar kota.

“Kalau pak Bupati tak bisa datang, jadi saya yang mewakilkannya. Kata petugas, saya harus membuat Surat Kuasa dulu terlebih dahulu agar laporannya bisa diproses,” sebut Zul. (fir/sdf)

Feeds