Hakim Mau Salat, Sidang Korupsi Kadisperindag Medan Ditunda

Kadisperindag Medan Syahrizal Arief saat disidang di PN Medan. | Foto: sah/pojoksatu.id

Kadisperindag Medan Syahrizal Arief saat disidang di PN Medan. | Foto: sah/pojoksatu.id

POJOKSATU.id,MEDAN- Pada sidang Kadisperindag Medan, Syahrizal Arief, setelah mendengarkan dakwaan dan terjadi putusan sela hakim, penasehat hukum terdakwa OK Iskandar hendak membacakan eksepsi.

Penasehat Hukum Syahrizal Arief OK Iskandar ingin mmebacakan eksepsi. Namun sidan sudah berlangsung kesorean Selasa (27/10/2015) kemarin. Saat itu pukul sudah menunjukkan 17.40 WIB. Maka itu majelis hakim menolak untuk melanjutkan sidang.

Alasannya, hakim belum salat Ashar dan sudah kelelahan karena memimpin sidang sejak pagi hari. Buntutnya sidang ditunda hingga Selasa (4/11/2015) mendatang.

Sementara itu menurut jaksa penuntut umum, Hermasari didampingi rekannya Ivan,  dalam dakwaannya menyatakan bahwa terdakwa Syahrizal ikut mengarahkan ada pergantian direktur Inti Persada Raya Lestari dan ada pembiaran terhadap adanya upaya engurangan volume dalam pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Kapuas Belawan.

Untuk itu, pihaknya mengajukan Pasal primer yang dikenakan kepada terdakwa yakni pasal 2 ayat 1 UU  1  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 dan subsider pasal 3.

“Pasal primer yang dikenakan kepada terdakwa yakni pasal 2 ayat 1 UU  1  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan subsider pasal 3,” kata Hermasari.

“Sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA), kami  lebih menitikberatkan kepada tindakannya mengarahkan pergantiaan PT Inti saudara Lestari selaku rekanan, perubahan volume dari kontrak awal yang didapat dari keterangan ahli, terdakwa kami anggap bertanggung jawab, karena mengakibatkan kerugian negara Rp200 juta lebih dengan pidana minimal 4 tahun kurungan,” kata Hermasari lagi.

Dalam sidang di tempat dan hari yang sama sebelumnya dengan terdakwa Direktur PT Prima Desain Tuahpril Harianja selaku konsultan pengawas dalam proyek tersebut, majelis hakim juga memutuskan terdakwa ditahan.

Kedua terdakwa kini bernasib sama dengan tiga terdakwa sebelumnya yakni Nimka Sentani selaku panitia pembuat komitmen (PPKy, Tanwir Hasibuan selaku Ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan dan Rudi Pratama selaku rekanan dari PT Inti Persada Raya Lestari. (sah/sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …