Makan Retribusi Parkir, Mantan Bendahara Dishub Langkat Dituntut 3 Tahun Penjara

Rambu parkir

Rambu parkir

POJOKSATU.id, MEDAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat Arif Kadarman mengajukan tuntutan hukuman tiga tahun penjara kepada mantan bendahara Penerimaan Dinas Perhubungan (Dishub) Langkat, Syahrizal terkait kasus korupsi dana retribusi parkir sejumlah Rp324 juta pada tahun 2012 di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan Selasa (27/10/2015).

“Kami dari JPU menuntut terdakwa dengan hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta,” kata jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Robert Posuma.

Arif mengatakan, apabila denda tersebut tidak dibayarkan sesuai waktu yang ditentukan, maka terdakwa dibebani hukuman tambahan tiga bulan
penjara.

“Kami juga meminta agar terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp324 juta, subsider satu tahun enam bulan kurungan,” katanya.

Dalam tuntutan jaksa, terdakwa dianggap melanggar Pasal 8 juncto pasal 18 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001.

Dalam dakwaannyaa, JPU menyebutkan, berdasarkan rekening koran giro kas umum daerah Pemkab Langkat pada Bank Sumut Cabang Stabat, Syahrial yang juga menjabat Kepala Seksi (Kasi) Perparkiran hanya menyetorkan ke kas umum daerah Rp1,436 miliar dari realisasi penerimaan retribusi Rp 1,760 miliar.

“Terdapat kekurangan penyetoran retribusi oleh terdakwa sebesar Rp324 juta dan kekurangan ini tidak dapat dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, terdakwa yang mengenakan kemeja krem hanya mengangguk. Terdakwa mengaku akan mengajukan pembelaan pada pekan depan tanpa didampingi kuasa hukum. “Baik, dengan demikian. sidang kita tunda hingga pekan depan dengan agenda pembacaan pledoi,” kata hakim.

Di luar persidangan, JPU Arif Kadarman mengatakan kasus ini sebelumnya ditangani oleh penyidik dari Polres Langkat dan menurutnya dalam kasus ini, polisi
hanya menetapkan satu tersangka saja.

Menurutnya, penggelapan setoran PAD dari Juni-Oktober 2012 yang dilakukan bendahara penerima dengan cara memanipulasi bukti setoran ke Bank Sumut dan baru ketahuan waktu tutup buku di BPKAD pada Januari 2013.

Mantan Bendahara Dishub Langkat tersebut merupakan warga Desa Kwala Bingai Kecamatan Stabat ditangkap Polres Langkat sejak 15 Juni 2014 setelah masuk daftar pencarian orang (DPO). (sah/sdf)

Feeds