Kapolri Setuju Pelaku Kejahatan Seksual Anak Dikebiri

Kapolri saat mengunjungi Mako Brimob di Jalan KH Wahid Hasyim Medan. | Foto: fir/pojoksatu.id

Kapolri saat mengunjungi Mako Brimob di Jalan KH Wahid Hasyim Medan. | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id,MEDAN-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) hingga kini masih menunggu keputusan pemerintah, terkait wacana pelaku kejahatan terhadap anak di bawah umur dikebiri. Karenanya, Polri pun memilih bersikap netral mengenai ketentuan tersebut.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, wacana itu bisa saja diterapkan kepada pelaku pencabulan anak di bawah umur. Akan tetapi, saat ini masih dalam pembahasan.

“Polisi merupakan pelaksana undang-undang, jadi kalau wacana tersebut sudah ditetapkan sebagai ketentuan pastinya akan dilaksanakan,” katanya usai melaksanakan apel kesiapan pengamanan Pilkada Sumut, di Markas Brimob Polda Sumut Jalan KH Wahid Hasyim Medan, Rabu (28/10/2015) sore.

Dikatakan Badrodin, masalah Phedofelia itukan akan berulang. Jadi, pihak kepolisian yang menangani kasusnya harus berkoordinasi dengan polisi setempat bila pelaku berpindah. Hal ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lagi.

“Kejahatan terhadap anak-anak itu sebagian besar dilakukan oleh orang yang terdekat, baik itu lingkungan keluarga maupun sekolah. Sebagian besar pelaku juga dikenal oleh korbannya. Oleh karena itu, sebetulnya yang harus dilakukan adalah menyadarkan masyarakat kepada keluarganya. Pencegahan-pencegahan harus terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap anak,” tuturnya.

Ia menambahkan, selain keluarga dan sekolah, masyarakat sekitar juga harus peduli. Jangan dibiarkan bila ada anak tetangganya bertingkah aneh. Segera memberitahu keluarganya atau aparatur pemerintahan hingga pihak berwajib.

“Apabila tidak ada kepedulian seperti itu, maka terjadi dulu kasusnya baru ditangani polisi. Karenaanya, untuk menangani masalah ini pemerintah berencana membentuk Satgas Perlindungan Anak,” pungkasnya. (fir/sdf)

Feeds