Ingin Cepat Kaya, Dua Remaja Berwajah Lugu Ini Pilih Menjambret

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adhi Putranto Utomo (kanan) menunjukkan barang bukti dan dua pelaku jambret yang ingin cepat kaya, Kamis (29/10/2015). Foto: fir/pojoksatu.id

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Adhi Putranto Utomo (kanan) menunjukkan barang bukti dan dua pelaku jambret yang ingin cepat kaya, Kamis (29/10/2015). Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Ada-ada saja ulah dua pemuda ini. Berdalih ingin cepat kaya, Arianta Prayogi alias Yogi (19) warga Jalan Amal Luhur dan Irvan (19) penduduk Jalan Bakti Luhur, Medan Helvetia, malah menjambret.

Tak tanggung-tanggung, aksi kedua pemuda berwajah lugu ini telah dilakukan belasan kali. Keduanya merupakan pelaku spesialis jambret penumpang becak motor di kawasan Kota Medan sekitar.

Namun, aksi kedua pelaku berakhir ditangan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Baru Rabu (28/10/2015) malam. Mereka dibekuk petugas dari kawasan Jalan Gatot Subroto Medan usai menjambret tas milik Aisyah (25) warga Tembung.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kepolisian Kamis (29/10/2015), semula kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Satria FU milik rekannya baru saja melintas di Jalan Kapten Muslim dan berbelok ke Jalan Gatot Subroto arah inti kota Medan. Sebelumnya, kedua pelaku ini telah berkeliling mencari mangsanya.

Ketika baru melintas di Jalan Gatot Subroto, Yogi yang berperan sebagai joki dan Irvan sang eksekutor, melihat Aisyah sedang menumpang betor sembari memegang tas sandangnya berwarna biru. Mengetahui itu, kedua pelakupun membuntutinya dari belakang.

Setibanya di persimpangan Jalan Gatot Subroto-Titi Papan, pelaku memepet betor yang ditumpangi korban. Selanjutnya, pelaku Irvan langsung merampas tas korban dan kemudian kabur. Spontan, korban pun menjerit minta tolong. Jeritan korban pun mendapat perhatian sejumlah pengendara yang melintas lalu berusaha mengejarnya sambil berteriak jambret.

Beruntung, pelarian pelaku pun berakhir ditangan petugas Polsek Medan Baru yang kebetulan ikut mengejar lantaran saat itu sedang berpatroli. Pelaku pun langsung dibekuk petugas setelah kendaraan mereka dijatuhkan. Tanpa membuang waktu, petugas membawa pelaku ke kantor polisi.

Menurut pengakuan pelaku Yogi yang dihadirkan di Mapolsek Medan Baru, ia telah beraksi sebanyak 10 kali, diantaranya, kawasan Jalan T Amir Hamzah (3 kali), Danau Singkarak (2 kali), Kapten Muslim (3 kali), Ringroad dan Gatot Subroto.

Yogi mengaku nekat menjambret karena ingin cepat kaya alias memiliki banyak uang. Sebab, ia tak tamat sekolah sehingga susah mencari pekerjaan. “Aku cuma tamat kelas 3 SMP, makanya susah cari kerja. Tapi, aku ingin cepat kaya makanya aku jadi menjambret. Kalau jadi bandar narkoba enggak ada modal,” aku Yogi.

Dikatakannya, menjadi pelaku jambret adalah pilihan terakhir yang sudah dijalani hampir 3 tahun terakhir. Dari hasil menjambret, ia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan juga membantu orang tuanya.

“Keluargaku orang susah, makanya aku putus sekolah. Kalau enggak begini aku enggak makan, karena aku enggak mau lagi minta sama orang tua. Soalnya, orang tuaku juga susah,” sebut anak pertama dari tiga bersaudara ini.

Sementara Irvan berdalih hanya ikut-ikutan saja. Namun, Irvan telah beraksi sebanyak 11 kali. “Aku memang sering ‘main’ sama Yogi, kami berdua aja. Sebelumnya sama kawanku tapi sekarang enggak ada kabarnya,” dalih Irvan.

Kapolsek Medan Baru Kompol Ronny Nicolas Sidabutar melalui Kanit Reskrimnya Iptu Adhi Putranto Utomo mengatakan, pihaknya masih mendalami keterangan kedua pelaku tersebut. Karena, diduga kuat pelaku ini memiliki kelompok atau jaringan.

“Kasusnya masih kita kembangkan lagi untuk menangkap pelaku lainnya. Sebab, kedua pelaku ini terindikasi memiliki jaringan yang terorganisir,” ujar Adhi. (fir/sdf)

Feeds