29 Adegan Pembunuhan Sekeluarga di Medan Selayang Diperagakan

Pra rekontruksi pembunuhan di Medan Selayang Senin (2/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Pra rekontruksi pembunuhan di Medan Selayang Senin (2/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Satuan Reskrim Polresta Medan menggelar reka ulang atau prarekonstruksi pembunuhan terhadap pasangan suami istri (pasutri), Mukhtar Yakub (70)-Nurhayati (67) dan cucunya Dika (7) di lokasi pembunuhan yang merupakan tempat tinggal korban, Jalan Sei Padang No. 143 Lingkungan V Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Medan Selayang, Senin (2/11) siang.

Dalam reka ulang pembunuhan tersebut, ketiga pelaku yakni Rori Rahman, Triyono Yoga Fujiharto alias Yoga dan Nanang Panji Santoso alias Lanang dihadirkan. Selain itu, ketiga anak korban (Moli, Erika serta Melisa) dan menantunya (Heru) turut didatangkan.

Pengamanan super ketat dilakukan petugas kepolisian. Puluhan personil dikerahkan dan berjaga di lokasi hingga berjarak sekitar 100 meter, sejak satu jam prarekonstruksi dimulai. Bahkan, akses jalan yang melewati rumah korban pun ditutup.

Pada prarekonstruksi yang dilakukan sekira pukul 14.45 WIB, semula digelar secara tertutup. Awak media yang sudah menunggu satu jam sebelumnya tak diperkenankan masuk ke dalam tempat kejadian perkara.

Namun begitu, setelah setengah jam kemudian Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto yang datang ke lokasi memperkenankan media untuk masuk ke dalam rumah korban. Akan tetapi, hanya sebagian saja.

Ketiga pelaku tiba di lokasi sekira pukul 14.30 WIB. Mereka dibawa petugas dengan menggunakan mobil Avanza hitam BK 1699 SB. Kendaraan yang ditumpangi pelaku pun dikawal dua mobil di depannya Avanza putih dan Honda Jazz hitam. Usai pelaku masuk, tak lama ketiga anak korban dan menantunya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, dalam prarekonstruksi itu dilakukan 29 adegan. Mulai dari tersangka mengetuk pintu rumah yang dibukakan oleh Nurhayati, hingga menghabisi nyawa ketiga korban menggunakan pisau yang disimpannya di dalam boks sepeda motor.

“Setelah melakukan prareka ulang, selanjutnya lokasi kejadian yang merupakan rumah korban diserahterimakan kepada keluarganya,” ujar Mardiaz saat diwawancarai.

Dikatakannya, pada reka ulang tersebut ketiga pelaku sempat dipertemukan dengan keluarga korban yang didatangkan. Pasalnya, ada beberapa barang yang hilang (perhiasan) dan belum ditemukan. Namun, tersangka tetap tidak mengakui kalau mereka yang mengambilnya. (fir/sdf)

Feeds