Bandar Narkoba Internasional Ini Menyamar Pengusaha Oli, Gaya Hidup Mewah, Mobil Gonta-ganti

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi asal Tiongkok senilai 20 miliar, yang diamankan dari dua bandar jaringan internasional, Selasa (3/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan menunjukkan barang bukti sabu-sabu dan ekstasi asal Tiongkok senilai 20 miliar, yang diamankan dari dua bandar jaringan internasional, Selasa (3/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Tertangkapnya Tomi, salah satu jaringan narkoba internasional, membuat warga yang tinggal di sekitar rumahnya Komplek Taman Perwira Indah, Jalan Perwira/Medan-Binjai, terkejut. Pasalnya, warga setempat mengenal pemuda 22 tahun ini sebagai pengusaha oli yang membuka usaha di Belawan dan Medan Labuhan.

Salah seorang wanita yang merupakan tetangga Tomi, Boru Harahap mengaku terkejut dengan penangkapan tersebut. Sebab, warga tidak mencurigai pola hidup mewah Tomi dan keluarganya.

“Suami saya pernah tanya kepada ibunya, Eli, tentang usahanya dan kenapa kok mewah kali? Mereka bilang buka usaha oli. Jadi, kalau usaha oli cepat kembali modal dan berkembang. Kami pun percaya saja, makanya tak menduga sebelumnya mereka ini bandar narkoba,” ujarnya ketika diwawancarai, Selasa (3/11/2015).

Dia menuturkan, suaminya sempat ingin menjalin kerja sama bisnis oli tersebut. Akan tetapi, Tomi dan ibunya menolak dengan berbagai alasan. Karena itu, ia pun baru menyadari kenapa mereka menolak.

“Waktu ditangkap, saya lagi tidur dan terbangun tiba-tiba karena ada ribut-ribut. Rupanya polisi melakukan penggeledahan di rumah Tomi. Makanya, saya tak menduga sebelumnya. Saya kaget, rupanya hidup mewah karena bisnis narkoba,” tuturnya.‬

Boru Harahap juga mengatakan, Tomi dan keluarganya kerap berganti-ganti mobil mewah. “Saya tidak mengenal dekat, karena selama dua tahun tinggal di sini jarang bermasyarakat. Setahu saya, keluarga mereka selalu ganti-ganti mobil mewah. Terakhir sedan Toyota warna merah” sebutnya.

Ia mengaku, Tomi dan ibunya Eli tidak pernah bermasalah hukum. Bahkan, selama ini tidak banyak kerabat yang datang bertamu. “Kayaknya baik-baik. Memang ada orang di rumah cuma enggak nampak aktivitasnya, seperti rumah kosong saja. Paling kalau pagi anaknya suka hidupkan musik. Perilaku lain enggak ada yang aneh-aneh,” imbuh Boru Harahap.

Sebelumnya, Tomi ditangkap petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan dari kawasan Jalan Ringroad Simpang Pondok Kelapa Kec. Medan Sunggal, Selasa siang. Penangkapan Tomi berdasarkan hasil pengembangan petugas setelah menciduk H, yang merupakan kurirnya.

Dari Tomi dan H, polisi menyita 12 kg sabu-sabu, 22 ribu butir pil ekstasi siap edar cap telepon serta cap jempol dan bahan-bahan ekstasi siap cetak seberat 4,5 kg atau jika dicetak sebanyak 15 ribu butir.

Narkoba senilai hampir 20 miliar itu, diamankan petugas saat menggeledah rumah Tomi di Komplek Taman Perwira Indah No. 22B, Jalan Perwira/Medan-Binjai Kec. Medan Sunggal. (fir/sdf)

Feeds