Polisi Kesulitan Tangkap Tahanan Kabur

Petugas Polsek Pancurbatu menyebar foto para tahanan yang kabur dari rutan, di Jalan Jamin Ginting yang menuju Medan-Brastagi, Senin (2/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Petugas Polsek Pancurbatu menyebar foto para tahanan yang kabur dari rutan, di Jalan Jamin Ginting yang menuju Medan-Brastagi, Senin (2/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Belasan tahanan Cabang Rutan Pancurbatu hingga kini belum juga ditangkap petugas kepolisian dan pihak rutan sendiri. Padahal, petugas telah menyebarkan foto para tahanan kepada warga dan pengguna jalan di daerah perbatasan Kota Medan sekitar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Rabu (4/11/2015), dari 15 tahanan yang kabur diketahui satu telah tertangkap, yakni Joko. Sehari kemudian, satu tahanan atas nama Imron telah diserahkan pihak keluarganya ke Polsek Medan Sunggal. Kini tinggal 13 tahanan lagi yang belum tertangkap.

Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap para tahanan. Namun, sayangnya Mardiaz enggan berkomentar banyak.

“Masih kita kejar,” katanya saat ditemui di halaman Mapolresta Medan sekira pukul 15.30 WIB.

Kapolsek Pancurbatu Kompol Frido Gultom menyebutkan, hingga kini pihaknya belum ada lagi mengamankan satupun tahanan yang kabur. Frido mengaku pihaknya masih terus memburu ke-13 narapidana tersebut.

“Dalam pengejaran ini, kita membentuk tiga tim yang dipimpin Kanit Reskrim (Iptu Herman Sembiring),” ujar Frido yang juga ditemui di halaman Mapolresta Medan.

Frido mengakui pihaknya kesulitan mengejar belasan tahanan itu karena luasnya wilayah. Namun begitu, upaya pengejaran tetap dilakukan. “Bayangkan saja, luas wilayah hukum kita mencakup 55 desa. Dengan jumlah personel yang ada, tentunya menjadi kesulitan. Akan tetapi, kita tetap berupaya,” katanya.

Disebutkannya, selama dua hari pasca kaburnya para tahanan, pihaknya menyebar foto-foto kepada warga dan pengguna jalan. Meski hasilnya belum ada, tetapi banyak informasi yang masuk.

“Kita dapat informasi dari warga ada yang lari ke Sembahe. Warga bilang ada 4 orang berada di hutan. Selain itu, ada juga yang lari ke arah Singkil, Aceh,” sebutnya.

Frido menambahkan, bila tahanan yang kabur tersebut tertangkap nantinya akan dijerat pidana lagi terkait pengeroyokan terhadap petugas rutan.

“Kita masih menunggu pihak rutan membuat laporan pengaduan secara resmi. Jadi, ketika tahanan tertangkap mereka dikenakan pidana penganiayaan,” pungkasnya. (fir/sdf)

Feeds