Tolak Eksekusi Rumah, Luhut Ancam Ledakkan Rumah Pakai Tabung Gas

Luhut Binsar Simanjuntak yang mengenakan seragam taekwondo menolak rumahnya dieksekusi pihak pengadilan. Luhut sempat mengancam akan meledakkan rumahnya, Rabu (4/11/2015). | foto: fir/pojoksatu.id

Luhut Binsar Simanjuntak yang mengenakan seragam taekwondo menolak rumahnya dieksekusi pihak pengadilan. Luhut sempat mengancam akan meledakkan rumahnya, Rabu (4/11/2015). | foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Penduduk Jalan Setia Budi/ Kapten Sumarsono Desa Helvetia Kec. Sunggal Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, mendadak berhamburan keluar rumahnya, Rabu (4/11/2015) siang sekira pukul 10.00 WIB.

Bagaimana tidak, salah seorang warga setempat, Luhut Binsar Simanjuntak (45), mengamuk dan nyaris meledakkan rumahnya menggunakan tabung gas elpiji. Pasalnya, Luhut menolak rumah peninggalan orang tuanya dieksekusi oleh pihak Pengadilan Negeri Lubukpakam.

Informasi yang dihimpun di lapangan,  awalnya petugas juru sita PN Lubukpakam Arhalim Pasaribu, membacakan putusan PN Lubuk Pakam terkait kepemilikan rumah tersebut. Sebab, berdasarkan putusan pengadilan Luhut tak berhak lagi menempati rumah milik orang tuanya itu karena tak sanggup membayar hutang yang dipinjamnya ke bank hampir Rp 200 jutaan.

Usai membacakan putusan termohon diberi waktu 15 menit untuk melakukan pengosongan sendiri barang-barangnya. Tetapi, Luhut yang mengenakan baju taekwondo meminta kepada pihak PN Lubukpakam agar tidak dilakukan eksekusi dikarenakan sedang melakukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke PN Lubukpakam. Meski begitu, pihak pengadilan menjelaskan eksekusi tetap harus dilaksanakan.

Petugas kemudian melakukan eksekusi sekira pukul 10.35 WIB, yang dilaksanakan oleh tim eksekutor. Namun saat dilakukan pengosongan, Luhut menyemprotkan gas air mata ke arah petugas dan personel kepolisian. Beruntung, aparat hukum dapat menghindar.

Setelah menyerang petugas, Luhut langsung masuk ke dalam rumah dan menuju dapur. Selanjutnya, dia kembali membawa tabung gas ukuran 3 Kg berisi.
Luhut kemudian mengancam petugas akan meledakkan rumahnya jika tetap dieksekusi.

Mengetahui itu, aparat hukum pun berusaha menenangkan Luhut. Akhirnya, Luhut berhasil ditenangkan polisi dan selanjutnya diungsikan ke tempat kediaman istrinya yang tak berada jauh. Eksekusi pun dilakukan, dan petugas mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam rumah.

Salah seorang warga setempat bernama Rina menyebut, Luhut memiliki hutang sama bank dan surat rumahnya digadaikan. Karena tak sanggup bayar, rumahnya disita.

“Setahu saya, dia punya hutang sama bank tapi enggak dibayar-bayarnya sampai 6 tahun. Terus, pas dieksekusi dia menolak dan melawan. Itulah sempat mau meledakkan rumahnya pakai tabung gas. Tapi, untungnya polisi cepat. Kalau enggak pasti terjadi kebakaran,” kata Rina.

Wakapolsek Sunggal AKP Trila Murni yang ditemui di lokasi eksekusi mengatakan, pihaknya hanya melakukan pengamanan karena diminta bantuan pihak pengadilan. Memang penghuni rumah sempat melawan, tetapi berhasil diamankan.

“Anggota tidak ada yang terluka dan kita langsung mengamankan penghuni rumah,” ujarnya. (fir/sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …