Ditolak Bercinta, Main Kasar, Mahasiswa Hukum Ini pun Ditangkap

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, SIDIMPUAN- MNH (23), tak berkutik ketika sejumlah petugas kepolisian meringkusnya dari depan kampus, tempat ia menempuh pendidikan sebagai mahasiswa jurusan hukum. Ia diringkus petugas karena melakukan kekerasan seksual terhadap mantan kekasihnya, A (20), yang juga berstatus mahasiswi di kampus yang sama.

“Kamis 5 November, sekira pukul 15.45 WIB, telah ditangkap satu tersangka cabul, dari depan kampus di Jalan Sutan M Arif, Kelurahan Batang Ayumi Jae, Kecamatan Psp Utara,” sebut Kapolres Kota Padangsidimpuan AKBP M Helmi Lubis SIK, kepada Metro Tabagsel, kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, Kapolres Psp AKBP M Helmi Lubis SIK didampingi Kasat Reskrim AKP DB Diriono S, KBO Ipda JJ Harahap, dan Kanit PPA Ipda Maria Marpaung, mengatakan, pengakuan korban dan pelaku, mereka sama-sama mahasiswa di kampus yang sama.

“Keduanya (pelaku dan korban, red) mengaku mahasiswa. Si pelaku dari fakultas hukum dan korban dari Ekonomi,” kata Ipda Maria.

Menurut Ipda Maria, tanggal 13 Oktober lalu, A (korban cabul, red) didampingi orangtuanya membuat laporan atas peristiwa pencabulan yang dilakukan MNH. Semenjak pelaporan, kepolisian langsung bergerak mencari tahu keberadaan pelaku.

“Pengakuan korban, kejadian hubungan suami-istri sudah berulang-ulang mereka lakukan. Pertama mereka lakukan Februari 2015. Awalnya memang suka sama suka. Mereka (korban dan pelaku, red) sebelumnya pacaran. Terakhir melakukan hubungan suami istri pada 12 September lalu. Namun, korban sempat menolak. Lalu, pelaku memaksa. Nah, di situ terjadi kekerasan, si korban terdorong dan kepalanya terbentur ke tempat tidur. Itu terjadi kos korban, itu pengakuannya,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Kanit PPA, masih pengakuan korban, mereka memulai pacaran pertengahan November 2014. Dan, memulai hubungan terlarang tersebut pada awal Februari. Dari awal Februari hingga September, mereka sering melakukannya.

“Ya, kata korban sudah sering mereka melakukan hubungan itu,” tuturnya.
Sedangkan tempat-tempatnya, sambung Ipda Maria, sesuai pengakuan korban dilakukan di beberapa tempat, mulai dari kos-kosan, hotel dan pondok tertutup di Jalan Baru.

“Awal melakukan itu di pondok-pondok Jalan Baru. Terakhir melakukan di kos-kosan. Pengakuan korban, pada bulan Juli mereka sudah putus pacaran, tapi masih juga berhubungan,” terangnya.

Ipda Maria menambahkan, saksi-saksi, serta pelaku dan korban sudah diperiksa. Dan, pelaku sudah ditahan. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku cuma satu kali melakukan perbuatan itu. “Itu kan pengakuannya, itu terserah dia. Itu ada hasil visumnya,” tuturnya.

“Pelaku melanggar pasal 293 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara. Yaitu, melakukan perbuatan cabul terhadap orang yang belum dewasa,” tambahnya. (sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …