Gaib, Hamil 6 Bulan, Janin Menghilang

Hera Boru Tanjung (37), IRT hamil 6 bulan yang kehilangan janin. | foto: metrosiantar

Hera Boru Tanjung (37), IRT hamil 6 bulan yang kehilangan janin. | foto: metrosiantar

POJOKSATU.id, SIMALUNGUN- Warga Kabupaten Simalungun tepatnya di Huta III, Nagori Karangrejo, Kecamatan Gunung Maligas digemparkan dengan hilangnya janin berusia 6 bulan dari rahim Hera Boru Tanjung (37). Warga makin heboh karena peristiwa serupa sudah sering terjadi di sana.

“Ngak tau bang, tiba-tiba nggak ada lagi waktu kami USG ke dokter, janinku memang hilang. Kami juga lihat di komputer itu. Ngak terasa hilangnya, makanya awak juga heran,”ungkap Hera saat ditemui di sekitar rumahnya, Jumat (6/11/2015).

Dikisahkan Hera, peristiwa aneh ini bermula dari 6 bulan lalu saat ia dan suaminya Seniman, mendatangi dokter yang buka praktek tak jauh dari kediaman mereka di komplek Megaland.

Setelah diperiksa, dokter menyebut Hera tengah mengandung. Kemudian, beberapa bulan kemudian, pasutri itu kembali melakukan cek jenis kelamin calon bayi mereka.

Nah, saat itu sesuai keterangan dokter, anak yang berada di kandungan Hera berkelamin laki-laki. Mendengar info itu, pasutri ini jelas senang karena yang diharapkan selama ini tercapai.

“Kebetulan anak kami sudah dua. Keduanya perempuan dan sudah besar umur 7 dan 13 tahun. Kami senang karena harapan kami bisa dapat anak laki-laki,” kenang Hera.

Nah, sekitar sebulan lalu, tepatnya saat Hera hamil 6 bulan, tanpa ada pertanda yang menonjol, berat badan Hera turun dan perutnya yang buncit mendadak mengecil.

Tak hanya itu, janin yang biasa bergerak-gerak dalam perut Hera juga tiba-tiba hilang.

Merasa ada yang tak beres, Hera dan suaminya pun melakukan pemeriksaan kandungan ke Bidan Emy boru Sihombing yang kebetulan tak jauh dari rumahnya.

Karena fasilitas di praktek bidan itu belum lengkap, pasutri ini disarankan melakukan USG ke dokter spesialis kandungan.

Namun saat melakukan USG, dokter menyatakan janin Hera telah hilang.

“Kami saksikan juga di komputer itu, kalau janinku nggak ada lagi. Ngak tau kenapa tiba-tiba ngak ada. Ngak ada pening, ngak ada kenapa-kenapa. Kalau keguguran, biasanya kan pasti pendarahan. Kalau ini ngak ada sama sekali, makanya kami heran,” ungkap Hera yang sehari-hari jualan perabot rumah tangga jenis tilam itu.

Rasa penasaran pasutri ini tak berlangsung lama. Apalagi Hera mengaku peristiwa itu bukan kali pertama terjadi di Kecamatan Gunung Maligas.

Sebelum janin Hera hilang, ternyata sejumlah ibu hamil lainnya juga sudah mengalami hal yang sama.

“Hanya sebentar kami heran, karena sebelumnya sudah ada juga teman yang mengalami seperti itu. Kami hanya pergi menanyakan pada orang pintar, katanya janinku itu sudah diambil orang lain melalui kesaktian gaibnya. Jadi kami tak bisa berbuat apa-apa lagi. Pasrahkan sajalah,” pungkasnya. (sdf)

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …