Kacau Nih, Perawan Siswi SMP Ini Dibayari Rp 200 Ribu Sama Erwin Harahap

Erwin Harahap (kiri), pelaku pencabulan terhadap pelajar SMP, saat diboyong petugas di Mako Polsek Medan Kota, Sabtu (7/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Erwin Harahap (kiri), pelaku pencabulan terhadap pelajar SMP, saat diboyong petugas di Mako Polsek Medan Kota, Sabtu (7/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Sinta (nama samaran), salah seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Medan terpaksa hilang keperawannya.

Pasalnya, Sinta digagahi oleh pria hidung belang, Erwin Harahap (35) dengan iming-iming uang Rp 200 ribu di Hotel Karsima kawasan Jalan Bintang, Medan, Sabtu (7/11/2015).

Informasi yang diperoleh, pemerkosaan terjadi disaat gadis berusia 14 tahun ini selepas pulang sekolah. Korban yang dijemput pelaku kemudian dibawa ke salah satu hotel di Jalan Bintang. Selanjutnya, korban pun digagahi pelaku.

Usai perawan gadis kelas VIII SMP ini direnggut, pelaku pun hendak mengantarkan korban ke daerah dekat rumahnya. Namun, ketika akan keluar dari hotel pelaku dipergoki orang tua teman korban, yang tak lain Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.

Karena curiga dan mengenal si gadis, kepling tersebut mengamankan pelaku dan menghubungi petugas kepolisian yang tak lama datang ke lokasi. Petugas Polsek Medan Kota yang datang memboyong pelaku dan korban untuk proses hukum lebih lanjut.

“Awalnya heran aku lihat ada anak itu (korban) keluar dari hotel sama dia (pelaku). Anak itu, temannya keponakanku, dan masih pakai seragam pramuka pula. Karena curiga, aku langsung tangkap aja dan memanggil petugas polisi,” katanya.

Diutarakannya, disebut-sebut saat diinterogasi gadis itu diimingi uang Rp 200 ribu untuk melayani ulah bejat pelaku. “Dengar kabar dikasih uang Rp 200 anak itu,” tuturnya.

Sementara itu, Erwin bersikukuh tidak melakukan tindak asusila pencabulan kepada korban. Dia mengaku bilang hanya menawarkan uang kepada Sinta untuk ajakan berkencan di hotel.

“Saya tidak melakukan pencabulan. Saya bayar tadi kok. Tadi saya kasih Rp 200 ribu tapi dikembalikannya Rp 100 ribu. Saya baru sekali berhubungan sama adek itu,” ujarnya.

Erwin tidak menduga kencan itu bakal berakhir di kantor polisi. “Saya tidak menduga ditangkap kepling dan warga. Aaya bukan melakukan pencabulan, saya membayar perempuan itu. Saya mohon maaf, tidak menduga bakal seperti ini,” ucanya sembari menundukkan kepala.

Kanit Rekrim Medan Kota AKP Martualesy Sitepu yang dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih memeriksa pelaku dan korban. Saat ini, keduanya masih diamankan.

“Keterangan mereka masih didalami, bila memang terbukti tentunya diproses hukum lebih lanjut,” ujar Martualesy. (fir/sdf)

Feeds