Waduh, Wartawan Elektronik Jadi Korban Begal

Rasyid dan istrinya Novi mengalami luka-luka usai dibegal lima pemuda di bawah jembatan tol H Anif, Minggu (8/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Rasyid dan istrinya Novi mengalami luka-luka usai dibegal lima pemuda di bawah jembatan tol H Anif, Minggu (8/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Aksi kawanan begal di kawasan Kota Medan dan sekitarnya terus merajalela. Kali ini, seorang wartawan media elektronik nasional, Aminoer Rasyid (33), yang menjadi korban.

Rasyid dirampok lima pemuda saat melintas di Jalan Tol H Anif Desa Sempali Kec. Percut Seituan, Kab. Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (8/11/2015) dinihari, sekira pukul 01.00 WIB.

Akibatnya, Rasyid yang saat itu bersama istrinya Novi (33), mengalami luka-luka lantaran terjatuh usai ditendang pelaku. Sepeda motor Honda Scoppy plat BK 3043 AVO yang dikendarainya dibawa kabur pelaku.

Menurut Rasyid, aksi begal tersebut terjadi saat ia dan istrinya menuju perjalanan pulang. Pasalnya, malam itu baru saja berkunjung ke rumah orang tuanya di Desa Saentis, Percut Seituan.

Pelaku yang diduga kuat sudah membuntuti dari belakang, langsung menghentikan laju kendaraannya di bawah jembatan tol H Anif. Pelaku pun menendang sepeda motornya hingga terjatuh.

‪”Saya pulang dari rumah orang tua di Desa Saentis. Kemudian, tiba-tiba lima pemuda menghentikan laju kendaraan saya di bawah jembatan tol. Mereka langsung menendang saya sampai terjatuh. Lalu, saya bangun dan melawan mereka. Karena saya sendirian, jelas kalah. Mereka berhasil mengambil sepeda motor saya,” ungkap Rasyid.

Dikatakannya, para pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha RX King, Yamaha Vixion dan Honda Supra. “Sebelum diberhentikan, saya sempat diteriaki pelaku akan dibunuh. Lalu, saya mempercepat laju kendaraan untuk menghindari mereka. Tapi, mereka mengejar saya dan kemudian menendang sepeda motor saya hingga terjatuh bahkan terseret beberapa meter,” jelasnya.

Ia menuturkan, kejadian yang dialaminya ini telah dilaporkan ke petugas Polsek Percut Sei Tuan dan berharap pelakunya bisa tertangkap.

“Memang belum dilaporkan secara resmi karena kondisi saya masih lemas. Tapi, saya enggak dirawat di rumah sakit. Polisi juga sudah cek lokasi untuk olah TKP. Mudah-mudahan pelaku bisa tertangkap, sehingga tidak muncul korban berikutnya,” sebutnya. (fir/sdf)

Feeds