Diculik dan Dianiaya, Rizaldi Dibuang ke Depan Pos Polisi

Rizaldi alias Ai (40), terbaring lemah di rumahnya Jalan Medan Area Selatan Lorong X, Medan Area, Senin (9/11/2015). Rizaldi ditemukan sekarat di depan Pos Polisi Sukaramai, usai diculik dan dianiaya sejumlah pria tak dikenal. | Foto: fir/pojoksatu.id

Rizaldi alias Ai (40), terbaring lemah di rumahnya Jalan Medan Area Selatan Lorong X, Medan Area, Senin (9/11/2015). Rizaldi ditemukan sekarat di depan Pos Polisi Sukaramai, usai diculik dan dianiaya sejumlah pria tak dikenal. | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Rizaldi alias Ai (40) warga Jalan Medan Area Selatan Lorong X, Medan Area, ditemukan sekarat di Pos Polisi Sukaramai, usai diculik dan dianiaya sejumlah pria tak dikenal, Minggu (8/11) malam. Beruntung, nyawan korban dapat terselamatkan ditolong warga yang kemudian melarikannya ke rumah sakit.

Menurut keterangan kakak kandung korban, Mustaqimah, Senin (9/11), pada Minggu sore kemarin adiknya masih sempat terlihat mencuci sepeda di rumah. Lalu, sekira pukul 16.45 WIB, korban pun keluar rumah.‬

“Kami enggak tahu dia (Rizaldi) pergi kemana, pas keluar rumah. Dia naik sepeda,” ujar Mustaqimah saat berada di rumah adiknya.

Namun, sekitar pukul 20.30 WIB, warga yang bermukim di Jalan Medan Area Selatan datang ke rumahnya. Saat itu, warga mengatakan bahwa Ai sedang sekarat di depan Pos Polisi Sukaramai, Jalan Medan Area Selatan.

“Begitu dapat kabar, kami keluarga langsung ke sana. Pas sampai di sana, ternyata adik kami sudah sekarat,” ungkap Mustaqimah.

Dikatakannya, menurut warga adiknya dibuang dari dalam mobil berwarna putih. Namun, warga tidak tahu nomor plat mobil yang membuangnya.

“Kata warga, adik kami ini dibawa naik mobil Avanza putih. Terus dibuang di depan pos polisi. Itulah, kami pun enggak tahu siapa pelakunya,” ucap Mustaqimah.‬

Ia menuturkan, selain itu adiknya juga sempat ditabrak mobil Avanza putih milik pelaku.

“Waktu ditemukan pertama kali, posisi adik kami ini terduduk. Tapi badannya ditutupi dengan (kertas) karton. Seluruh badannya sudah penuh dengan darah. Katanya, setelah dibuang itu, dia ditabrak lagi dengan mobil pelaku,” jelas Mustaqimah.

Dilanjutkannya, ketika mendapati adiknya bersimbah darah, ia dan keluarganya langsung membawa adiknya ke rumah sakit. Awalnya, kata Mustaqimah, adiknya dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Jalan HM Jhoni.

Namun, pihak rumah sakit menolak karena kondisinya sudah parah. Takut nyawanya tak terselamatkan, Rizaldi kemudian dibawa ke RSUD Pirngadi Medan.

“Kami belum buat laporan ke polisi, masih menunggu kondisi Rizaldi baikkan. Mungkin, besok (hari ini, red) melaporkan ke polisi dan istrinya, Wiwi, nanti yang membuat pengaduan,” cetusnya.

Sementara itu, ‪Wiwi mengatakan, sehari-hari suaminya bekerja sebagai juru parkir di kawasan Sukaramai Jalan Medan Area Selatan. Selama ini tidak pernah ada masalah.

“Kami enggak tahu siapa yang mukuli suami saya. Karena dia pun enggak ada masalahnya,” ujar Wiwi.

Begitupun, pascakejadian pihak keluarga sempat mencari tahu siapa pelaku yang menculik dan menyiksa korban. Dari keterangan warga, korban dipukuli di Jalan Langgar, Lorong X, Medan Area.

“Ada yang sempat nampak suami saya ini dipukuli. Pas kami cari tahu, sepeda dayung punya suami saya pun ada di sana. Tapi enggak tau siapa pelaku yang nyiksa suami saya,” ungkap Wiwi. (fir/sdf)

Feeds