Baca Seru Nih! Sandiwara Rio Capella Gagal Total

Rio Capella saat digiring sebagai tersangka oleh KPK

Rio Capella saat digiring sebagai tersangka oleh KPK

POJOKSATU.id, MEDAN-Patrice Rio Capella didakwa telah menerima uang sebesar Rp200 juta dari istri kedua Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti, lewat Fransisca Insani Rahesti alias Sisca.

Dalam persidangan perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (9/11/2015), terungkap, ketika kasus suap hakim PTUN Medan mulai dikembangkan KPK, Rio Capella sempat menyusun skenario seolah-olah uang yang diserahkan Evy itu masih di tangan Sisca.

Namun, sandiwara itu gagal dan mantan sekjen Partai NasDem itu pun ditetapkan sebagai tersangka.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK, Yudi Kristiana saat membacakan surat dakwaan menyebutkan, pemberian uang Rp 200 juta itu terkait dengan upaya pengamanan kasus yang ditangani kejaksaan agung.

Gatot minta tolong Rio karena dia anggota Komisi Hukum DPR yang punya kewenangan untuk melakukan pengawasan terhadap Kejagung, sekaligus posisinya sebagai sekjen NasDem.

“Agar memudahkan pengurusan penghentian penyelidikan perkara dugaan korupsi dana bansos, Bantuan Daerah Bawahan, Bantuan Operasional Sekolah, tunggakan Dana Bagi Hasil, dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Provinsi Sumatera Utara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung,” ujar Jaksa KPK.

Jaksa menjelaskan, kasus bermula ketika Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis dipanggil Kejagung, 20 maret 2015. Evy lantas konsultasi dengan Yulius Irawansyah, pengacara di kantor hukum OC Kaligis.

Muncul saran agar diselesaikan dengan pendekatan partai karena ada dugaan kasus dipicu ketidakharmonisan hubungan Gatot dengan Wagub Tengku Erry Nuradi.

Selanjutnya, awal April 2015, Rio Capella bertemu Gatot di Resto Jepang, Edogin, Hotel Mulia, Senayan. Di situ, Gatot curhat mengenai adanya politisasi kasus bansos.

“Atas permasalahan Gatot itu, terdakwa (Rio Capella, red) menyatakan: ‘ya, wagub itu kan orang baru di partai, enggak bener wagub ini”,” ujar jaksa membacakan dakwaan.

Gatot semakin yakin Rio mampu mengamankan kasusnya di kejagung, lantaran saat itu Rio juga mengaku sempat menjadi kandidat jaksa agung. “Hal ini yang menguatkan keyakinan Gatot bahwa terdakwa bisa membantu,” beber Jaksa KPK.

Berikutnya, pada 19 Mei 2015, Gatot dan Erry dipertemukan di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, yang juga dihadiri Rio, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan OC Kaligis.

Dalam pertemuan itu, Surya Paloh menyampaikan petuah untuk Gatot dan Erry. “Kalau kalian sebagai gubernur dan wagub tidak harmonis, bagaimana kalian akan melaksanakan tugas roda pembangunan. Yang rugi bukan kalian berdua tetapi masyarakat, berikan kebanggaan sebagai putra daerah,” demikian nasehat Surya Paloh, yang dicantumkan di dakwaan.

Nah, setelah pertemuan di DPP, Rio lewat Sisca menyampaikan pesan ke Evy, yang oleh bini muda Gatot itu dipahami sebagai permintaan uang sebesar Rp200 juta. Uang lantas diserahkan Evy ke Rio lewat Sisca dalam dua termin yakni Rp150 juta dan Rp50 juta pada 20 Mei 2015. Evy juga memberikan Rp10 juta ke Sisca.

Hari itu juga, 20 Mei 2015, Sisca menemui Rio di Planet Hollywood Cafe Hotel Kartika Chandra Jakarta untuk menyerahkan uang Rp200 juta dari Evy. “Dari uang tersebut terdakwa memberikan uang sebesar Rp50 juta kepada Fransisca Insani Rahesti,” kata Jaksa Ahmad.

Selanjutnya, pada 22 Mei 2015, Rio bertemu Evy. Pada pertemuan itu, Rio menyampaikan kesiapannya untuk menjalin komunikasi dengan Kejaksaan Agung guna pengamanan perkara dana bansos, usai pulang umroh.

Yang menarik, di surat dakwaan juga disebutkan adanya upaya Rio membuat sandiwara agar bisa lepas dari jeratan kasus ini. Saat penyidik KPK mulai memanggil sejumlah saksi kasus suap hakim PTUN Medan pada awal Agustus, Sisca ketakutan dan lantas bertemu Rio di hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, membicarakan uang Rp200 juta yang pernah diterima dari Evy.

Rio lantas menyodorkan skenario. “Terdakwa mengatakan kepada Fransisca Insani Rahesti, “Sis yang paling aman buat kita berdua adalah kita membuat cerita begini: Aku tahu ada uang dari ibu Evy Susanti, tetapi aku minta kamu pegang dulu. Jadi sampai sekarang uang itu masih di kamu”,” begitu kalimat Rio yang disampaikan ke Sisca, seperti termuat di dalam surat dakwaan.

Sisca menerima skenario itu, namun belakangan mulai ragu. Lantas, pertengahan Agustus 2015, mantan penyanyi latar Kla Poject itu menemui Rio di Restoran Dimsum 48 Gondangdia, Jakarta Pusat.

Rio mencoba meyakinkan sahabatnya itu. “Terdakwa mengatakan, “Sis percaya aku (skenario, red) itu sudah paling benar, uangnya sudah aku siapin di dalam kotak sepatu LV. Tenang Sis, itu udah paling benar kalau uangnya tetap di aku, aku kena. Udah kamu tenang”,” kata Rio, yang tertuang di dakwaan.

Tanggal 24 Agustus 2015, melalui supirnya, Rio lantas menyerahkan uang Rp200 juta ke Sisca lewat kakak Sisca, Ciara Widi Niken, di SPBU Pancoran, Jaksel. Sehari kemudian, 25 Agustus 2015, uang Rp200 juta diserahkan ke penyidik KPK. Padahal, berdasar skenario Rio, uang agar dikembalikan ke Evy, dengan seolah-olah Rio menolak pemberian uang pelicin itu.

Rio diancam pidana Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atas dakwaan jaksa KPK itu, Rio menyatakan tidak akan mengajukan eksepsi atau nota keberatan. “Tidak mengajukan keberatan, yang mulia,” kata Rio di pengujung sidang. Hal yang sama disampaikan pengacaranya, Maqdir Ismail. (sam/jpnn/sdf)



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …