Buwas: Obsesi Saya Tenggelamkan Kapal Pembawa Narkoba

Komjen Budi Waseso saat memusnahkan barang bukti narkoba di Polresta Medan.  Di Jakarta, ada 45 kg sabu ditemukan di sebuh pabrik mie
dok : pojoksumut.

Komjen Budi Waseso saat memusnahkan barang bukti narkoba di Polresta Medan. Di Jakarta, ada 45 kg sabu ditemukan di sebuh pabrik mie dok : pojoksumut.

POJOKSATU.id, MEDAN-Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jendral Budi Waseso (Buwas) yang berkunjung ke Medan mengatakan, dirinya memiliki obsesi menenggelamkan kapal pembawa narkoba di lautan.

“Saya memiliki obsesi menenggelamkan kapal-kapal pembawa narkoba di lautan yang dilakukan oleh TNI. Karena, TNI dilatih untuk perang. Jadi, masalah hukum biar BNN dan Polri,” ungkap Buwas saat menghadiri pemusnahan barang bukti narkoba di Markas Polresta Medan, Selasa (10/11/2015).

Menurut Buwas, peredaran narkoba di Indonesia banyak yang dipasok dari luar negeri terutama melalui jalur laut, seperti Nigeria, Iran, China dan Taiwan. Barang-barang ini didatangkan dalam jumlah besar. Mereka masuk dari jalur laut, kemudian dipecah-pecah dan turun ke pelabuhan-pelabuhan tikus.

“Dalam memberantas narkoba ini, kita akan menggandeng TNI Angkatan Laut (AL). Sejauh ini, kita baru mengkonstruksikan peran TNI AL. Sebab, sewaktu saya menjabat Kabareskrim dan mengirim tim ke China dan Taiwan. Hasilnya, terdeteksi beberapa kapal yang memuat narkoba dan bersandar ke negara tetangga hingga Indonesia.

Ia menyebutkan, wacana kerja sama dengan TNI sedang disusun. Nantinya, jika DPR dan Presiden sudah menyetujui maka langsung dilakukan.

“Untuk target dari kita. Saya sudah sampaikan kepada TNI Angkatan Laut, jika sedang mengeksekusi saya akan bertanggung jawab. Jika salah, sayalah orang yang paling bertanggung jawab. Tetapi, saya jamin 100 persen tidak akan salah target,” sebut jenderal bintang tiga ini.

Dilanjutkannya, masalah narkoba tidak bisa dibebankan kepada BNN, Polri dan aparat hukum lainnya. Tetapi, peran serta seluruh komponen yang ada harus ikut serta.

“Jadi, kita mengajak TNI untuk ikut serta berperang dalam memberantas narkoba. Nantinya, konstruksi yang dimaksud pada 2016 sudah bisa berjalan. Jadi, 2016 kita sama-sama melakukan upaya bersama yang nyata dalam memberantas penyalahgunaan narkotika,” tuturnya.

Kata Buwas, kerja sama dengan TNI AL dalam bentuk operasi terhadap penindakan pelaku narkoba.

“TNI sebagai eksekutor, tetapi tetap dalam pengawasan BNN dan Polri.Artinya, dibuat sedemikian mungkin TNI aman dari jeratan hukum. Tidak ada lagi proses peradilan bagi musuh negara dan ini sedang kita konstruksikan. Kita menyusun MoU TNI, Polri dan BNN dalam memberantas penyalahgunaan narkotika,” pungkasnya.

Buwas juga mengatakan, dalam upaya memberantas narkoba ini pernah membuat buku dan dimasukkan ke dalam kurikulum SD, SMP dan SMA. Selain itu, membuat Kartu Gerakan Nasional Tanpa Narkoba dan Cerdaskan Anak Bangsa, yang berisi website dan bisa diakses siapa saja.

“Informasi yang terdapat dalam website itu menyeluruh, banyak hal yang didapat yakni bagaimana bisa bebas dari narkoba dan cerdas sebagai anak bangsa ke depan. Di dalam website itu, isinya tidak hanya masalah narkotika tetapi tentang pelajaran umum, soal tes masuk sekolah, CPNS, pembelajaran 10 bahasa asing dan sebagainya. Jadi, sengaja saya ciptakan kartu ini untuk mencerdaskan anak bangsa dari narkotika,” imbuhnya. (fir/sdf)



loading...

Feeds