Pedagang Pasar Delitua Demo Lagi di PTUN

Pedagang Pasar Delitua demo di PTUN. | Foto: fir/pojoksatu.id

Pedagang Pasar Delitua demo di PTUN. | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN- Sidang keputusan Sertifikat Hak Pakai atas lahan Pasar Deli Tua yang sebelumnya ditempati oleh pedagang pada 17 November mendatang, ratusan pedagang Pasar Deli Tua yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Deli Tua (HPPD) kembali mendatangi gedung PTUN Medan di Jalan Bunga Raya, Asam Kumbang, Medan Selayang, Rabu (11/11/2015) siang.

Para pedagang mendesak sekaligus mengingatkan majelis hakim yang memimpin perkara tersebut untuk memberi keputusan seadil-adilnya.

“Tujuan pedagang datang bukan untuk berdemo tetapi menyatakan sikap dan sekaligus mengingatkan kepada hakim agar mengambil keputusan yang seadil-adilnya pada sidang 17 November nanti,” ujar Ketua HPPD Sabar Bangun saat diwawancarai.

Menurutnya, dalam permasalahan sertifikat ini ada dugaan yang menunggangi. Karena itu, tidak menutup kemungkinan ada pihak ketiga dalam permasalahan ini.

“Kami menduga telah terjadi jual beli lapak di Pasar Deli Tua yang baru dibangun (Pasar Deli Old Town). Selain itu, ada juga dugaan praktik korupsi yang disengaja dan direncanakan dalam proses pembangunan pasar tersebut, karena dalam proses pembangunan menurut Pemkab dibayar senilai Rp 30 juta, yang diambil dari APBD Deli Serdang,” ungkap mantan Ketua DPRD Deli Serdang dua periode ini.

Dikatakan Sabar, para pedagang lama yang pindah ke tempat/kios baru kerap merugi karena jualannya tak laku. Bahkan, kios yang diberikan sempit dan tidak layak.

“Banyak yang tidak laku sehingga merugi. Akibatnya, para pedagang yang berjualan di kios bawah angkat kaki. Kami mengharapkan agar para pedagang lama kembali lagi ke tempat semula,” terang Sabar.

Ia menuturkan, sewaktu pedagang di tempat yang lama, awalnya akan dilakukan renovasi bukan relokasi. Namun, belakangan setelah pindah tempat ternyata direlokasi.

“Pedagang meminta renovasi bukan relokasi. Jadi, jelas sudah relokasi ini kental dengan strategi ekonomi. Kalau seperti ini jelas pedagang yang lama dirugikan. Pemkab bukan mengutamakan kepada pedagang yang lama tetapi yang baru,” papar Sabar.

Aksi ratusan pedagang itupun berlangsung damai dengan pengawalan ketat petugas Polsek Medan Sunggal. Setelah hampir satu jam menyampaikan pernyataan sikapnya, pedagang pun membubarkan diri usai diterima salah seorang hakim dari PTUN Medan.

“Sudah diterima oleh salah satu hakim dan akan ditindaklanjuti yang disampaikan kepada Ketua PTUN Medan,” tambahnya. (fir/sdf)

 



loading...

Feeds