Poldasu Gagalkan Ekspor Trenggiling Ilegal ke Malaysia

Tringgilang yang akan dijual ke Malaysia

Tringgilang yang akan dijual ke Malaysia

Tringgilang yang akan dijual ke Malaysia

Tringgilang yang akan dijual ke Malaysia

POJOKSATU.id, MEDAN-Tim Patroli Direktorat Kepolisian Air (Polair) ‎Polda Sumut menggagalkan pengiriman 91 ekor trenggiling menggunakan KM Rezeki Abadi ke Malaysia, Selasa (10/11/2015) malam di perairan Belawan. Selain menyita 91 ekor ‎trenggiling, petugas juga menangkap seorang nahkoda KM Rezeki Abadi berinisial AS (49) warga Belawan dan tiga anak buah kapal lainnya.

Informasi yang diperoleh Rabu (11/11/2015), penangkapan puluhan ekor trenggiling tersebut bermula ketika personel kepolisian melakukan patroli di perairan Belawan. Saat melihat KM Rezeki Abadi melintas, tim patroli pun mendekatinya.

Saat diperiksa, petugas menemukan puluhan ekor Trenggiling, sembilan ekor diantaranya sudah mati.
Sang nahkoda kapal tak bisa berkelit lagi saat petugas meminta surat dokumen resmi tentang pengiriman puluhan ekor Trenggiling tersebut. Tanpa basa-basi tim patroli menggiring KM Rezeki Abadi ke markas Dit Polair Polda Sumut.

Kasubdit Gakkum Direktorat Polair Polda Sumut AKBP S Flores Napitu mengatakan telah menggagalkan pengiriman puluhan ekor Trenggiling yang hendak dikirimkan ke luar negeri, Malaysia. Ada ‎91 ekor Trenggiling diamankan, 9 ekor sudah mati dan sisanya masih hidup.

“Pengiriman 91 ekor Trenggiling ke Malaysia berhasil kita gagalkan. Namun 9 ekor sudah mati dan 82 ekor masih hidup. Selain itu nahkoda berinisial AS kita amankan sedangkan 3 orang anak buahnya hanya sebagai saksi. Untuk AS kita tetapkan sebagai tersangka dan melanggar Undang Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem Pasal 40 ayat (2),” ujar AKBP S Flores Napitu.

Ia melanjutkan, dari pengakuan tersangka, mereka sudah tiga kali mengirimkan Trenggiling ke Malaysia. Namun untuk ketiga kalinya ini berhasil digagalkan. Kemudian tersangka AS mendapat upah dari cukong sebasar Rp 850 ribu dan tiga anak buahnya mendapat upah Rp 650 ribu

“Pengakuan tersangka AS ini, ia sudah tiga kali mengantarkan puluhan Trenggiling ke Malaysia. Namun upaya yang ketiga ini enggak berhasil. ‎Kalau soal darimana AS mendapatkan Trenggiling ini masih kita dalami terus. Karena dari AS, ia hanya bertugas mengantarkannya saja. AS enggak tahu darimana puluhan Trenggiling ini diambil. Tapi yang jelas masih di hutan di Sumut ini,” sebut mantan Kabag Ops Polresta Medan ini.

Dia menambahkan, puluhan Trenggiling sudah diserahkan ke BKSDA untuk segera dilepaskan ke kawasan hutan Sibolangit. “Trenggiling sudah kita serahkan ke BKSDA. Dan selanjutnya mereka yang akan melepaskannya ke kawasan hutan Sibolangit,” imbuhnya. (fir/sdf)



loading...

Feeds