Duh, Kepala Sekolah di Paluta Ini Ciumi Leher Siswinya sampai Merah-merah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, PALUTA- KSL, oknum kepala sekolah di salahsatu SMP negeri di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), dilaporkan polisi, Selasa (10/11/2015). Keesokan harinya, Rabu (11/11/2015), pria berusia 54 tahun itu diringkus. Kasus apa yang menjeratnya?

Cahaya, nama samaran, awalnya adalah cewek periang. Namun, belakangan berubah jadi pendiam. Perubahan prilaku ini, kontan membuat sang ibu, NR (39), curiga. Kecurigaan NR bertambah besar saat membaca pesan singkat dari oknum kepala sekolah, tempat Cahaya menimba ilmu.

“Simpan nomor handphone bapak tapi jangan nama bapak buat,” kata NR, ibu korban menirukan pengakuan putrinya, kemarin dilansir metrosiantar.com.

Masih kata ibu korban, rasa curiga terus bertambah saat ia melihat bekas merah di leher putrinya. Setelah melihat bekas merah di leher, ia lantas bertanya kenapa? Namun, saat itu, putrinya tidak mau bercerita. “Ketika saya tanya kenapa memerah lehernya, anak saya diam saja,” ujar NR.

Setelah didesak dan ditanya tentang cap merah di leher, Cahaya, langsung menceritakanya ke pelaku melalui pesan singkat. “Anak saya langsung kirim SMS ke pelaku. Isi SMSnya, kami (orangtua,red) curiga dengan bekas merah itu,” ceritanya.

Setelah beberapa menit kemudian, oknum kepala sekolah langsung membalas pesan singkat. “Isi balasan SMS; katakan saja kepada orang tuamu, bekas merah itu bekas digaruk atau dicubit kawan ketika bercanda, agar orangtuamu percaya,” beber NR.

Pesan singkat itu pun, langsung disimpannya untuk dijadikan alat bukti. Selain bukti SMS, NR juga menyimpan pengakuan anaknya soal perbuatan cabul yang terjadi pada Jumat (6/11/2015) lalu di ruangan kepala sekolah.

Setelah mengumpulkan semua bukti, NR membuat pengaduan ke Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) dengan nomor STPL/348/XI/2015/SU/TAPSEL.

Setelah resmi mendapat laporan serta sudah mengambil keterangan dari korban yang diduga mendapat perlakuan cabul, Polres Tapsel langsung bergerak dan menangkap tersangka, oknum kepala sekolah KSL. Ia ditangkap di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak, sekira pukul 16.00 WIB, Rabu (11/11/2015).

Kanit PPA Polres Tapsel Aipda H Anil DS SH yang langsung memimpin penangkapan kepala sekolah itu, kepada wartawan mengatakan penangkapan berawal dari adanya informasi dari keluarga korban yang mengatakan bahwa tersangka sedang berada di rumah salah satu kerabatnya di Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak.

Menurut keterangan dari keluarga korban, kedatangan tersangka untuk melakukan mediasi atau berdamai dengan keluarga korban. Namun, karena merasa tidak terima, akhirnya keluarga korban pun menginformasikan tentang pertemuan itu kepada pihak yang berwajib.

Karena sudah mendapat informasi, akhirnya Unit PPA Polres Tapsel tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Benar, setibanya di Desa Sidingkat, tepatnya di salah satu rumah kerabatnya, akhirnya tersangka pelaku cabul yakni oknum kasek ditangkap.

Atas perbuatannya, oknum kasek itu pun akan dijerat dengan pasal 82 ayat 1 dan 2 UU 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 tahun 2001 tentang perlindungan anak.

Sementara ayah korban, AJH (45), mengaku terkejut dengan kejadian yang menimpa putrinya. Dia berharap petugas kepolisian memberikan hukuman yang seberat-beratnya, karena tindakannya itu sudah melanggar hukum, apalagi dia merupakan seorang guru dan kepala sekolah.

“Saya meminta agar pelaku di hukum seberat-beratnya, karena ini menyangkut masa depan anak saya,” tegasnya.

Terpisah Kadis Pendidikan Paluta Drs Umar Pohan Msi melalui selulernya mengaku sudah mengetahui penangkapan oknum kepala sekolah itu. Katanya, besok pihaknya akan berangkat menuju Polres Tapsel untuk mempertanyakan kasus yang menimpa oknum kasek dan apabila memang terbukti maka Dinas Pendidikan Paluta akan langsung memberhentikan KSL dari jabatan kepala sekolah.

“Iya benar ditangkap. Kalau memang terbukti akan kita berhentikan dari jabatan kepala sekolah,” pungkasnya.

KSL, oknum kepala sekolah itu, tiba di Mapolres Tapsel sekitar pukul 17.30 WIB dengan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Saat para wartawan mencoba mengabadikan gambarnya, diduga pelaku cabul itu menutup wajahnya dan berusaha menghindari kamera.

“Halahhhh…,” tukasnya kesal sambil berjalan cepat didampingi Kanit PPA Polres Tapsel Aiptu H Anil DS SH.
Korban yang sempat diwawancarai mengaku, KSL, sudah lebih dari satu kali melakukannya. Dan, aksi itu dilakukan KSL di ruang kerjanya.

“Di ruang kepala sekolah, kalau diajak sudah sering tapi kalau dilakukan itu ada tiga kali,” ungkap gadis manis berjilbab itu.

Alasan korban tidak melaporkan kejadian itu, ia mengaku takut karena merasa ditekan oleh KSL yang selalu memintanya untuk tidak menceritakannya kepada siapapun. Namun akhirnya, aksi KSL diketahui keluarganya pada Jumat (6/11) lalu akibat di bagian leher korban terlihat merah-merah. Merasa curiga, pihak keluarga pun menanyainya hingga akhirnya korban menceritakan apa yang sudah dialaminya.

Kapolres Tapsel AKBP Rony Samtana SIK MCTP melalui Kasat Reskrim AKP Jama K Purba saat dikonfrimasi membenarkan adanya penangkapan tersebut, namun pihaknya belum dapat menetapkan status KSL dengan alasan masih dalam proses pemeriksaan. “Statusnya belum bisa kita tetapkan, karena masih dalam proses pemeriksaan, namun jika terbukti akan kita lakukan penahanan,” pungkasnya. (sdf)



loading...

Feeds