Rasain! Dua Jambret Terkapar Dilempar Tongkat Polantas

Petugas Polantas Polsek Medan Helvetia mengintrogasi dua pelaku jambret yang berhasil diringkus, Kamis (12/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

Petugas Polantas Polsek Medan Helvetia mengintrogasi dua pelaku jambret yang berhasil diringkus, Kamis (12/11/2015). | Foto: fir/pojoksatu.id

POJOKSATU.id, MEDAN-Dua pelaku jambret, Daniel Simanjuntak (21) warga Sei Mati, Belawan dan Sabar Pakpahan (19) warga Marelan Komplek Duka Terjun, tak bisa berkutik digiring petugas Polisi Lalu Lintas (Polantas) Unit Polsek Medan Helvetia di dekat persimpangan Pondok Kelapa, Kamis (12/11) siang.

Keduanya ditangkap petugas setelah terhempas dari sepeda motornya Honda Beat BK 5142 ACJ, setelah dilempar tongkat petugas saat berusaha melarikan diri. Kedua pelaku pun terkapar di tengah jalan dan kemudian diamankan petugas.

Semula, kedua pelaku baru saja berhasil menjambret tas milik Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Lapas Tanjung Gusta Medan, Agustina Nainggolan di kawasan Jalan Kapten Muslim sekira pukul 12.30 WIB.

Saat itu, korban bersama suaminya yang mengendarai mobil Avanza plat BK 1474 sedang menjemput anaknya pulang sekolah di Perguruan Kalam Kudus Katolik.

“Saya sama suami mau jemput anak pulang sekolah. Lalu, pas parkir di depan sekolahan, suami saya masuk ke dalam dan saya menunggu di mobil. Pas lagi nunggu, tiba-tiba pintu mobil tempat duduk saya (samping sopir) dibukanya. Lalu, tas saya diambil dan mereka langsung pergi,” ungkap korban saat di Mapolsek Medan Helvetia.

Usai berhasil menjambret tas korban, Daniel yang berperan sebagai joki dan Sabar sang eksekutor, lalu kabur ke arah Jalan Gatot Subroto. Keduanya melarikan diri melalui ‘jalur tikus’ hingga tembus ke persimpangan Pondok Kelapa.

Pelarian pelaku ternyata dikejar oleh warga dan pengendara yang melintas. Pelaku yang mengetahui dan sempat mendengar teriakan warga langsung panik berusaha menghilang ke arah Jalan Ringroad.

Namun sial, baru saja berbelok ke Jalan Ringroad, ternyata petugas Polantas Polsek Medan Helvetia yang mengetahui telah menantinya. Petugas pun langsung melemparkan tongkat pengatur lalu lintas ke arah pelaku.

Tongkat itupun mengenai sasaran hingga membuat pelaku terjatuh dan terhempas dari kendaraannya. Pasalnya, tongkat yang terbuat dari kayu tersebut mendarat di wajah dan bagian kepala sang joki.

Kedua pelaku terkapar di tengah jalan. Namun, pelaku tak menyerah begitu saja dan bangkit lalu berlari. Petugas yang berjumlah tiga orang kemudian mengejarnya dan berhasil menangkap kedua pelaku.

Akan tetapi, penangkapan yang dilakukan tidak mudah karena petugas sempat bergelut dengan pelaku. Sebab, pelaku menyerang dengan membabi buta hingga membuat kaki petugas mengalami luka memar.

Setelah pelaku berhasil dibekuk, petugas kemudian menggiring keduanya ke pos polisi. Selanjutnya memboyong ke kantor Polsek Medan Helvetia untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Ronni Bonic mengatakan, pihaknya masih memeriksa kedua pelaku. Sejauh ini, pengakuannya baru dua kali menjambret.

“Dari pelaku kita sita tas milik korban yang berisi perhiasan emas, uang jutaan rupiah dan barang berharga lainnya. Selain itu, sepeda motor yang digunakan pelaku juga turut disita,” ujarnya.

Diutarakan Bonic, ia mengapresiasi anggotanya yang telah berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan. Untuk itu, patroli di lapangan akan terus ditingkatkan guna menekan angka kriminalitas. (fir/sdf)



loading...

Feeds