Diberi Tumpangan Rumah, Istri Teman Ditindih Pula, Wassalam Lah…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSATU.id, KAMPAR- Air susu dibalas air tuba, begitu kelakuan Tamrin, 24, dari Kabupaten Kampar (Riau). Selama ini dia numpang tinggal di rumah temannya, Sanid, 28. Tapi ketika pemilik rumah lengah, diam-diam dia “numpangi” istrinya pula.

Ceritanya, ketika Sanid warga Kecamatan Tapunghulu Kabupaten Kampar, memberi tumpangan hidup pada Tamrin sahabatnya, tujuannya sekedar menolong. Kasihan kan, baru beberapa hari kerja di perkebunan sawit, mana mampu cari kontrakan rumah. “Kalau mau suk-sukan (berdesakan), tinggal saja dulu di gubuk saya.” Begitu Sanid mencoba menolong sahabatnya.

Tamrin dan Sanid memang sama-sama jadi buruh perkebunan sawit. Pekerjaan sehari-harinya memanen buah sawit dengan sosot. Dari menjual jasa seperti itu keduanya menghidupi keluarganya. Tidak kaya memang, tapi setidaknya Sanid kaya akan budi, karena berhasil menolong seseorang meski dirinya sendiri juga dalam kesempiten ekonomi.

Tapi kelakuan Tamrin ternyata seperti buaya yang ditolong banteng dalam Hikayat SiKancil. Betapa tidak? Sekian bulan tinggal di rumah sahabat, diam-diam Tamrin kok naksir istri sahabatnya tersebut. Cantik banget sih tidak, tapi Ida, 24, lumayanlah jika sekedar buat anget-angetan kayak wedang jahe.

Celakanya Ida sendiri sangat merespon tindakan si Tamrin. Maka ketika suaminya sedang di tengah perkebunan sawit, dia di rumah malah melayani kebutuhan biologis Tamrin.

Gila nggak si buruh pemetik kelapa sawit ini. Biasaanya nyosot buah kelapa sawit, kini malah “nyosot” istri tuan rumah yang telah memberi tumpangan selama ini. “Nggak apa-apa Bleh, membalas air susu dengan tuba itu biasa.” Kata setan memberi semangat.

Lain hari aksi mesum itu diulangi kembali. Ternyata dua-duanya sama-sama ketagihan. Bagi Ida, karena Tamrin lebih muda, tentu saja “tendangan”-nya lebih akurat ibaratnya main bola. Tendangan samping enak, tendangan lempeng juga mengasyikkan. Karenanya begitu goal terjadi, Ida malah merem melek, bukannya mengerubuti Tamrin selaku pencetak goal.

Lama-lama aksi mesum itu tercium oleh Sanid. Melihat langsung adegan mesum itu tidak, tapi dia melihat sendiri bagaimana Tamrin keluar dari kamar istrinya hanya dengan celdam ala tarsan. Jika tidak ada adegan mesum sebelumnya, mana mungkin Tamrin “blusukan” ke kamar istrinya.

Kelakuan Tamrin, sungguh menusuk sanubari Sanid. Karenanya ketika terlihat anak muda itu pergi ke warung tuak, diikutinya dengan membawa senjata tajam. Di sanalah diadakan klarifikasi, kenapa “blusukan” ke kamar Ida hanya dengan kancut segala?

Karena jawabnya muter-muter, makin yakinlah Sanid akan tuduhannya. Langsung saja pisau tajam itu ditusukkan ke dada Tamrin hingga wasalam di tempat. Meski kini jadi tahanan polisi, Sanid merasa puas karena telah berhasil membalas sakit hatinya. “Dia membalas susu dengan air tuba,” katanya di depan polisi. (sdf)



loading...

Feeds